UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Transaksi Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Transaksi Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
Foto: Ilustrasi UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Transaksi Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026.
Ukuran teks

PT Pertamina (Persero) mengukir prestasi gemilang melalui pencapaian UMKM binaannya dalam ajang bergengsi Inabuyer B2B2G Expo 2026. Perusahaan energi nasional ini berhasil membukukan potensi bisnis yang sangat fantastis, yakni mencapai angka Rp10,6 miliar selama pameran berlangsung.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari transaksi retail langsung yang menyentuh Rp1,8 miliar serta potensi melalui sesi business matching sebesar Rp8,8 miliar. Hasil ini menjadi bukti nyata kesuksesan Pertamina dalam membina usaha kecil agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Strategi Pertamina Memperkuat Ekosistem UMKM

Keterlibatan Pertamina dalam Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok nasional. Melalui ajang ini, akses pasar bagi pelaku usaha lokal semakin terbuka lebar, baik di sektor pemerintahan, BUMN, hingga swasta.

Selain mencatatkan transaksi yang besar, Pertamina juga dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai perusahaan dengan jumlah transaksi pembeli potensial terbanyak. Penghargaan ini menegaskan peran aktif perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor mikro dan menengah.

Lima UMKM unggulan binaan Pertamina yang berhasil mencuri perhatian banyak pengunjung dan calon mitra bisnis adalah:

  • Agrominafiber: Mengedepankan inovasi produk serat alam yang ramah lingkungan.
  • Meraki Cipta Rasa: Produk kuliner berkualitas dengan cita rasa khas nusantara.
  • Novio Fresh: Menghadirkan kesegaran produk hasil bumi pilihan.
  • Rendang Gadih: Membawa cita rasa rendang autentik ke kancah nasional.
  • Otrahum: Produk kreatif yang menonjolkan keunikan dan kualitas tinggi.

Kelima mitra binaan tersebut dinilai memiliki kualitas produk serta tingkat inovasi yang mumpuni sehingga mampu bersaing secara kompetitif. Keberhasilan mereka di pasar nasional menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang positif.

Membuka Peluang Kolaborasi Jangka Panjang

Selain kelima peserta pameran di atas, Pertamina juga memberikan fasilitas khusus bagi enam UMKM lainnya untuk mengikuti sesi pertemuan bisnis intensif. Sesi business matching ini mempertemukan pelaku usaha dengan para pembeli dari instansi pemerintah dan perusahaan besar.

Daftar UMKM binaan yang mengikuti sesi pertemuan bisnis dengan pembeli potensial mencakup:

  • Glory Nine Degrees
  • Sambal Ning Niniek
  • Cangcomak
  • Sanrah Food
  • Miniesq
  • Sambal Lauk Mak Fau

Momentum pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi para pelaku usaha untuk menjalin kerja sama kontrak bisnis jangka panjang. Dengan masuk ke dalam rantai pasok nasional secara berkelanjutan, stabilitas ekonomi para pengusaha kecil ini diharapkan dapat terus terjaga.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa fokus utama program pembinaan ini adalah kenaikan kelas para pelaku usaha. Pertamina ingin UMKM tidak hanya sekadar bertahan, tetapi menjadi bagian integral dari ekosistem ekonomi di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Inabuyer merupakan sarana strategis bagi para mitra binaan untuk berinteraksi langsung dengan para pengambil kebijakan pengadaan barang. Baron optimistis kolaborasi ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

Dampak Nyata Pendampingan bagi Pelaku Usaha

Capaian positif dalam kegiatan ini juga diperkuat dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh beberapa unit usaha seperti Agrominafiber dan Rendang Gadih. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya mereka memperluas skala bisnis dan jangkauan distribusi.

Brigita Lydia Syahniva, selaku pemilik dari Rendang Gadih, menuturkan bahwa dukungan dari Pertamina sangat krusial bagi perkembangan usahanya. Menurutnya, pendampingan yang diberikan telah meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk yang ia hasilkan.

Melalui kehadiran di ajang Inabuyer, merek lokal seperti Rendang Gadih kini semakin dikenal luas oleh berbagai sektor industri. Brigita merasa optimis bahwa jejaring bisnis yang terbentuk selama pameran akan membawa usahanya ke level yang jauh lebih profesional.

Ringkasan perolehan transaksi dan potensi bisnis pada ajang Inabuyer 2026 adalah sebagai berikut:

Kategori Transaksi Nilai Capaian
Transaksi Retail Langsung Rp1,8 Miliar
Potensi Business Matching Rp8,8 Miliar
Total Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar

Tabel di atas menunjukkan besarnya minat pasar terhadap produk-produk lokal yang berada di bawah naungan pembinaan Pertamina. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi pelaku UMKM lain untuk terus meningkatkan standar kualitas produk mereka.

Komitmen Keberlanjutan dan ESG Pertamina

Sebagai pemimpin dalam transisi energi di tanah air, Pertamina tetap memegang teguh komitmen terhadap target Net Zero Emission pada tahun 2060 mendatang. Program pemberdayaan UMKM ini juga merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Setiap langkah pembinaan yang dilakukan selalu mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan di seluruh lini operasional. Pertamina memastikan bahwa transformasi bisnis yang mereka jalankan tetap mengedepankan aspek pelayanan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026, Pertamina membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan besar dan pengusaha kecil dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Inisiatif ini tidak hanya mendorong kemandirian UMKM, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi