SGER Garap Bisnis Non-Batu Bara, Bidik Laba Rp500 Miliar di 2026 yang Terbaru

SGER Garap Bisnis Non-Batu Bara, Bidik Laba Rp500 Miliar di 2026 yang Terbaru
Foto: SGER Garap Bisnis Non-Batu Bara, Bidik Laba Rp500 Miliar di 2026 yang Terbaru. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) tengah menyusun strategi besar untuk memperkuat posisi finansialnya dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan menargetkan pencapaian laba bersih sebesar Rp500 miliar pada tahun 2026 mendatang.

Target ambisius ini didukung oleh proyeksi pendapatan yang diharapkan mampu menyentuh angka Rp10 triliun. Optimisme tersebut muncul seiring dengan realisasi berbagai kontrak kerja sama internasional yang telah disepakati.

Diversifikasi Komoditas dan Ekspansi Pasar Internasional

Direktur SGER, Raymond Ng Chi Ching, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini akan didorong oleh kontrak yang sedang berjalan di Vietnam dan Bangladesh. Selain itu, perusahaan aktif melakukan diversifikasi bisnis ke sektor non-batu bara untuk memperluas sumber pemasukan.

SGER kini mulai melirik potensi besar dari komoditas Manganese Ore dan Petroleum Coke. Langkah ini diambil guna mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas saja dalam jangka panjang.

Upaya strategis yang telah disiapkan perusahaan meliputi:

  • Melakukan penjajakan pasar secara intensif untuk mencari peluang baru di kancah global.
  • Memperkuat jaringan rantai pasok guna menjamin ketersediaan komoditas bagi konsumen.
  • Membangun hubungan jangka panjang dengan calon pelanggan potensial di berbagai negara.
  • Mempercepat operasional proyek manufaktur yang berkaitan dengan produk turunan kimia.

Persiapan ini telah disampaikan secara resmi melalui laporan hasil Public Expose di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan meyakini bahwa jaringan pemasok yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan ekspansi tersebut.

Pembangunan Pabrik dan Proyeksi Operasional

Selain fokus pada perdagangan komoditas, SGER juga sedang merampungkan pembangunan pabrik milik PT Hidrogen Peroxida Indonesia. Proyek strategis ini diharapkan menjadi pilar baru bagi pendapatan non-tambang perusahaan.

Saat ini, progres konstruksi pabrik tersebut dilaporkan telah mencapai angka 97 persen. Perusahaan menjadwalkan operasional secara komersial dapat dimulai pada kuartal III tahun 2026.

Terkait pendanaan, manajemen SGER hingga kini belum menetapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk tahun 2026. Raymond menyebutkan bahwa rincian investasi masih dalam tahap diskusi internal di tingkat manajemen.

Ringkasan target dan performa PT Sumber Global Energy Tbk (SGER):

Indikator Bisnis Target / Status Tahun 2026
Pendapatan Tahunan Rp10 Triliun
Laba Bersih Rp500 Miliar
Progres Pabrik Hidrogen Peroksida 97% (Siap beroperasi Kuartal III)
Komoditas Baru Manganese Ore & Petroleum Coke

Tabel di atas menunjukkan fokus perusahaan dalam mencapai kemandirian melalui lini bisnis baru. Kehadiran pabrik hidrogen peroksida diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi portofolio SGER.

Pergerakan Harga Saham SGER di Bursa

Di sisi lain, performa saham SGER di lantai bursa sedang menghadapi tekanan yang cukup signifikan belakangan ini. Pada perdagangan Rabu (3/6), harga saham SGER ditutup melemah sebesar 10,60 persen ke level Rp270 per lembar.

Tren penurunan ini terlihat masih berlanjut jika merujuk pada performa bulanan dan tahunan perusahaan. Dalam satu bulan terakhir saja, nilai sahamnya telah merosot hingga 30,77 persen.

Jika ditarik lebih jauh sejak awal tahun 2026, koreksi harga saham SGER tercatat sudah mencapai 35,41 persen. Meski demikian, manajemen tetap fokus pada fundamental bisnis dan ekspansi untuk memulihkan kepercayaan investor.

Artikel terkait

Rekomendasi