Terminal Ajyad Membeludak, PPIH Terapkan Buka Tutup demi Keamanan Jemaah

Terminal Ajyad Membeludak, PPIH Terapkan Buka Tutup demi Keamanan Jemaah
Foto: Ilustrasi Terminal Ajyad Membeludak, PPIH Terapkan Buka Tutup demi Keamanan Jemaah.
Ukuran teks

Penerapan sistem buka tutup di pintu Terminal Ajyad, Masjidilharam, sedang menjadi pusat perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan kepadatan luar biasa jemaah haji asal Indonesia saat mengantre bus shalawat beredar luas di masyarakat. Menanggapi situasi tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan penjelasan bahwa kebijakan teknis ini sengaja diambil demi menjamin keamanan dan keselamatan jiwa para jemaah di tengah lonjakan arus kepulangan dari kawasan Masjidilharam.

Kondisi penumpukan massa ini biasanya mencapai puncaknya sesudah pelaksanaan salat fardhu, terutama pada waktu Isya, Subuh, dan hari Jumat, ketika ribuan jemaah secara serentak menuju terminal bus di wilayah Misfalah. Fenomena pergerakan jemaah dalam jumlah besar tersebut sering kali memicu antrean yang sangat panjang hingga terjadinya aksi saling dorong antarjemaah yang tidak sabar untuk segera naik ke dalam bus shalawat.

Syarif Rahman selaku Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah menjelaskan bahwa kebijakan sistem buka tutup gerbang merupakan hasil evaluasi mendalam dari penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai kurang teratur. Menurut pengamatannya saat diwawancarai tim Media Center Haji pada Sabtu malam, skema ini sangat krusial diterapkan pada jam-jam sibuk guna menghindari risiko kecelakaan yang bisa membahayakan jemaah haji Indonesia.

Pada periode musim haji yang lalu, area terminal belum dilengkapi dengan pagar pembatas permanen yang memisahkan antara jalur khusus pejalan kaki dengan jalur perlintasan armada bus. Ketiadaan sekat fisik ini menyebabkan banyak jemaah langsung berebut masuk ke dalam kendaraan secara serampangan tanpa mengikuti pola antrean yang rapi dan tertata dengan baik.

Kurangnya pengaturan pada masa lalu tersebut sempat mengakibatkan beberapa insiden serius, mulai dari jemaah yang terjatuh karena terdorong hingga adanya risiko tinggi tertabrak bus akibat kepadatan yang tak terkendali di area operasional terminal. Untuk meminimalkan bahaya tersebut, saat ini Terminal Ajyad sudah didesain ulang dengan menyediakan koridor khusus bagi pejalan kaki serta akses masuk yang lebih terorganisir menuju titik pemberhentian armada.

Prosedur teknis yang berlaku sekarang mengharuskan setiap bus shalawat diparkir dan disusun secara rapi sesuai dengan nomor rute masing-masing sebelum para jemaah diizinkan untuk masuk ke dalam kabin kendaraan. Syarif Rahman menekankan bahwa langkah penataan armada di jalur keberangkatan ini bertujuan agar proses pengangkutan penumpang dapat berjalan lebih tertib dan tidak ada penumpukan di pintu bus.

Pintu terminal akan ditutup secara periodik oleh petugas apabila seluruh kursi di dalam bus yang tersedia sudah terisi penuh oleh jemaah yang mengantre sebelumnya. Selama masa penutupan pintu tersebut, jemaah diminta menunggu dengan tenang sementara petugas mendatangkan armada kosong berikutnya untuk ditata kembali di jalur keberangkatan agar siap mengangkut rombongan selanjutnya.

Meskipun tujuan utamanya adalah keselamatan, pihak otoritas mengakui bahwa belum semua jemaah memahami alasan di balik mekanisme buka tutup ini, sehingga muncul persepsi negatif bahwa petugas sengaja menutup akses masuk terlalu lama. Oleh sebab itu, PPIH sangat berharap agar para ketua regu, ketua rombongan, serta ketua kloter dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada jemaah masing-masing agar tetap tenang.

Berdasarkan data observasi langsung yang dilakukan oleh tim PPIH di lapangan, proses pengosongan seluruh antrean jemaah setelah selesai salat Isya sebenarnya berlangsung cukup cepat dan efisien. Syarif mencatat bahwa seluruh jemaah yang menuju wilayah Misfalah berhasil terangkut sepenuhnya dalam waktu sekitar 58 menit saja, yang berarti area terminal kembali bersih dari kepadatan sebelum satu jam berlalu.

Sebagai langkah antisipasi di masa mendatang, pihak penyelenggara haji akan terus memperkuat koordinasi dengan petugas sektor dan bimbingan ibadah guna mengatur jadwal keberangkatan jemaah dari Masjidilharam secara bertahap. Selain itu, PPIH juga sedang mengupayakan penambahan akses pintu keluar di Terminal Ajyad dengan harapan arus pergerakan massa bisa menjadi lebih lancar dan tetap dalam koridor ketertiban.

Informasi Terkait Operasional Haji 2026

Kategori Informasi Detail Data dan Fakta
Lokasi Kepadatan Utama Terminal Ajyad, Kawasan Misfalah, Makkah
Waktu Puncak Kepadatan Setelah Salat Isya, Subuh, dan Salat Jumat
Durasi Pengosongan Antrean Sekitar 58 menit (Data pasca Isya)
Fasilitas Baru Terminal Koridor pejalan kaki, pagar pembatas, dan sistem nomor rute
Target Solusi Mendatang Penambahan dua pintu akses keluar di terminal

Dalam perkembangan lain yang berkaitan dengan kondisi cuaca di tanah suci, Badan Meteorologi Arab Saudi mengeluarkan prakiraan cuaca yang menyebutkan adanya potensi hujan di wilayah Makkah dengan suhu udara mencapai 40 derajat Celcius. Sementara itu, Kementerian Haji juga semakin memperketat pengawasan terhadap praktik haji ilegal guna memastikan seluruh jemaah yang terdaftar dapat melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji 2026 dengan nyaman dan terlindungi.

Artikel terkait

Rekomendasi