Terbaru: 8,8 Ton Sampah Berhasil Angkut dari 'Pulau Sampah' Muara Angke Jakut

Terbaru: 8,8 Ton Sampah Berhasil Angkut dari 'Pulau Sampah' Muara Angke Jakut
Foto: Terbaru: 8,8 Ton Sampah Berhasil Angkut dari 'Pulau Sampah' Muara Angke Jakut. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Delapan koma delapan ton sampah berhasil diangkut dari 'Pulau Sampah' yang terbentuk di Muara Angke, Jakarta Utara. Aksi pembersihan ini dilakukan oleh petugas gabungan untuk menanggulangi tumpukan sampah yang membuat resah masyarakat sekitar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tumpukan sampah di pesisir tersebut telah berhasil dibersihkan. Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, menyebut pembersihan berlangsung dari 2 hingga 5 Juni 2026.

"Pada hari pertama, sebanyak 0,88 ton sampah terangkut, diikuti 1,76 ton di hari kedua, 3,52 ton pada hari ketiga, dan 2,64 ton di hari terakhir," ujar Lukman pada Jumat (5/6/2026).

Menurut Pramono, tumpukan sampah ini terjadi akibat sedimentasi yang menyebabkan terbentuknya 'pulau sampah'. "Sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan dan sekarang area tersebut sudah bersih dari sampah," ucap Pram.

Kasus ini mencuat ke publik setelah video hamparan sampah viral di media sosial. Tumpukan tersebut berada sekitar 600-700 meter dari garis pantai. Kiriman sampah yang terhanyut arus sungai dan laut ini kemudian menumpuk hingga membentuk pulau.

Petugas gabungan tengah meneruskan pembersihan dalam beberapa hari ke depan. Sebanyak 70 personel terlibat dalam upaya ini dengan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti diungkapkan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui Instagram pada Kamis (4/6).

Personel tersebut berasal dari UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, dan Polairud Polda Metro Jaya. Kerja sama ini adalah respons atas keluhan masyarakat melalui media sosial.

Tumpukan sampah terletak di Pulau Sedimen pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, yang menjadi lokasi rentan bagi akumulasi sampah kiriman. "Situasi ini perlu penanganan khusus dan kerja sama berbagai pihak guna mencegah dampak lingkungan pesisir yang lebih besar," demikian penjelasan resmi yang disampaikan.

Artikel terkait

Rekomendasi