Mengejutkan, Panjang Rel Kereta di Jawa Kini Turun Jadi di Bawah 7.000 Km!

Mengejutkan, Panjang Rel Kereta di Jawa Kini Turun Jadi di Bawah 7.000 Km!
Foto: Mengejutkan, Panjang Rel Kereta di Jawa Kini Turun Jadi di Bawah 7.000 Km!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Artikel Berita Parafrase

Panjang rel kereta di Pulau Jawa pada masa kolonial Belanda mencapai 10 ribu km, kini tidak sampai 7.000 km. PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana memperluas jaringan rel hingga lebih dari 7.000 km seiring dengan target peningkatan pendapatan menjadi Rp 66 triliun pada 2030, seperti yang dijabarkan dalam roadmap 2025-2045.

"Saat ini, panjang rel masih 6.700 km dengan pendapatan Rp 35,7 triliun. Kami berharap tahun 2030 jaringan rel bisa lebih dari 7.000 km," ujar Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Jumat (5/6). Bobby menambahkan, KAI telah menetapkan roadmap untuk menjadi operator kelas dunia sesuai standar International Union of Railways (UIC).

Dalam roadmap tersebut, transformasi KAI dibagi menjadi lima tahap hingga 2045. Tahap awal pada 2025, difokuskan pada pembangunan fondasi perubahan dan penguatan kredibilitas perusahaan. Sementara pada tahap kedua di 2030, peningkatan kapabilitas inti menjadi sasaran guna mencapai standar operator kelas dunia. Bobby menyebut tahap ini sebagai titik balik untuk pengembangan jaringan lebih luas di 2035.

KAI memperkirakan kebutuhan panjang rel nasional mencapai 37.000-60.000 km pada 2045. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan menilai pentingnya reaktivasi jalur-jalur yang tidak aktif, terutama di Jawa. "Di Jawa, rel aktif kurang dari 7.000 km, meski zaman Belanda ada 10.000 km. Jadi, bukan ada penambahan jumlah rel, melainkan malah berkurang," jelas Bobby.

Pada 2035, tahap ketiga, KAI akan mengoperasikan sistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi dan fokus pada produktivitas. Pengembangan akan dilakukan dengan ekspansi jaringan penumpang, optimalisasi layanan angkutan barang, pengembangan transit oriented development (TOD) di kawasan utama, dan penciptaan nilai dari eksplorasi bisnis.

Berbagai langkah ini diambil untuk memastikan KAI berkontribusi secara optimal pada transportasi nasional dengan pendekatan modern dan efisien. Harapan ke depan adalah bahwa transportasi kereta di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel Terkait

  • KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh
  • Perkuat Sinergi BUMN, BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD
  • KAI Jakarta Operasikan 9 Perjalanan Kereta Tambahan di Libur Idul Adha

Artikel terkait

Rekomendasi