Sokong Ekspansi QRIS ke China, Finpay Mampu Proses 1.500 Transaksi per Detik

Sokong Ekspansi QRIS ke China, Finpay Mampu Proses 1.500 Transaksi per Detik
Foto: Ilustrasi Sokong Ekspansi QRIS ke China, Finpay Mampu Proses 1.500 Transaksi per Detik.
Ukuran teks

Bank Indonesia (BI) secara resmi memulai implementasi QRIS antarnegara dengan Republik Rakyat China (RRC). Inisiatif ini diperkenalkan dalam rangkaian acara peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

Kerja sama ini memungkinkan masyarakat untuk bertransaksi dengan praktis hanya menggunakan ponsel pintar. Integrasi sistem ini dipicu oleh besarnya nilai perdagangan kedua negara yang menembus angka USD18 miliar.

Soft launching QRIS lintas negara di China ini dianggap sebagai sejarah baru bagi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis ini sangat membantu wisatawan maupun pelaku bisnis asal Indonesia yang berada di China.

Kini, pengguna tidak perlu lagi repot menukarkan uang tunai dalam jumlah besar saat berada di luar negeri. Proses transaksi bisa dilakukan secara instan dengan memindai kode QR yang tersedia di berbagai merchant.

Dukungan Teknologi Finpay untuk Konektivitas Global

Finnet Indonesia atau Finpay menjadi aktor penting di balik suksesnya integrasi sistem pembayaran antarnegara ini. Perusahaan ini menyediakan infrastruktur teknologi canggih guna memastikan kelancaran transaksi bagi seluruh pengguna.

Apep Noormansyah selaku Direktur Technology Product and Operation Finnet Indonesia menyatakan bahwa QRIS di China adalah bukti kesiapan digital nasional. Hal ini mendukung konektivitas sistem pembayaran regional yang semakin terintegrasi secara global.

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai kemampuan teknologi Finpay dalam mendukung QRIS di China:

  • Mampu menangani beban transaksi hingga 1.500 transaksi setiap detiknya secara stabil.
  • Menyediakan ekosistem pembayaran lintas negara yang terjamin keamanan, kecepatan, dan transparansinya.
  • Memungkinkan aplikasi pembayaran domestik Indonesia untuk digunakan langsung pada merchant di China.
  • Mendukung visi integrasi ekonomi digital antara Indonesia dan pasar internasional.

Kapasitas sistem yang mumpuni tersebut sangat krusial untuk melayani volume transaksi yang tinggi di China. Dengan infrastruktur ini, risiko kegagalan transaksi dapat diminimalisir meski digunakan oleh banyak orang secara bersamaan.

Perluasan layanan QRIS ke China juga dipandang sebagai upaya memperkuat posisi tawar rupiah di luar negeri. Pengguna kini memiliki pilihan metode pembayaran yang lebih modern, aman, dan efisien dibandingkan cara konvensional.

Terhubungnya sistem ini menjadi peluang besar bagi sektor UMKM dan pelaku industri kreatif di masa depan. Integrasi teknologi finansial semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut ke negara-negara lain di kawasan global.

Artikel terkait

Rekomendasi