Grup Djarum melalui lini bisnisnya tengah gencar mempersiapkan strategi terintegrasi untuk memperkuat produksi susu nasional. Langkah strategis ini diambil guna menekan dominasi produk impor yang selama ini menguasai pasar dalam negeri.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, mengungkapkan bahwa dua perusahaan di bawah naungan Grup Djarum, yaitu PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama, memiliki target besar. Mereka berencana meningkatkan populasi sapi perah hingga mencapai angka 36.000 ekor dalam beberapa tahun mendatang.
Ihsan menjelaskan bahwa kontribusi dari proyek ini sangat signifikan bagi ketahanan pangan nasional. Jika operasional sudah berjalan penuh, proyek ini diprediksi mampu menyumbang sekitar 18 persen dari total target produksi susu segar nasional.
Guna menghadapi persaingan dengan produk susu impor, Grup Djarum mengandalkan model bisnis terpadu yang disebut integrated farm-to-glass. Model ini dirancang untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga mulai dari hulu hingga ke tangan konsumen akhir.
Melalui strategi ini, perusahaan memiliki kendali penuh atas seluruh rantai pasok. Proses pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari tahap pengelolaan peternakan, proses pemerahan, hingga distribusi produk kepada masyarakat luas.
Poin utama dalam pengembangan bisnis susu yang dijalankan oleh Grup Djarum meliputi:
- Fokus utama pada kesejahteraan hewan (animal welfare) dengan memberikan asupan nutrisi yang optimal.
- Pembangunan pabrik pakan mandiri untuk menjamin stok pakan berkualitas tinggi dan konsisten.
- Penerapan teknologi canggih di pabrik pengolahan guna menjaga kesegaran serta kandungan gizi susu.
- Sistem distribusi yang efisien agar produk dapat dikirim langsung dari peternakan tanpa perantara yang panjang.
- Pengelolaan lingkungan melalui sistem tanpa limbah (zero waste system) yang mengolah kotoran menjadi energi.
Penerapan poin-poin di atas bertujuan untuk menciptakan ekosistem industri susu yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan. Fokus pada kesejahteraan ternak diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi susu segar harian.
Dalam hal keberlanjutan, Ihsan menekankan pentingnya konsep zero waste atau sistem pengelolaan limbah terpadu. Perusahaan berkomitmen untuk memanfaatkan kembali setiap residu yang dihasilkan dari aktivitas peternakan sapi tersebut.
Limbah kotoran sapi akan diproses menjadi biogas yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif. Sementara itu, sisa dari proses biogas tersebut akan diolah kembali menjadi pupuk organik untuk kebutuhan lahan pertanian atau pakan.
Tidak hanya itu, limbah cair juga mendapatkan perhatian serius dengan diproses melalui instalasi pengolahan air untuk didaur ulang. Untuk menekan jejak karbon, operasional pabrik juga mulai memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi listrik tambahan.
Ihsan juga menyoroti peran vital jaringan distribusi dalam menjaga kualitas produk. Dengan sistem yang terintegrasi, susu segar dapat langsung disalurkan ke konsumen sehingga kesegarannya tetap terjaga layaknya baru diperah.
Tantangan Industri Peternakan Sapi Perah Modern
Meskipun memiliki rencana ekspansi yang masif, Ihsan tidak menampik adanya berbagai tantangan berat di sektor peternakan modern. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah fluktuasi biaya operasional yang sangat dipengaruhi harga pakan.
Hingga saat ini, kualitas pakan domestik dinilai masih belum konsisten jika dibandingkan dengan produk pakan impor. Ketidakstabilan ini menjadi beban tersendiri bagi pengelola peternakan dalam menjaga performa produksi sapi perah mereka.
Selain masalah biaya, ancaman kesehatan hewan juga menjadi risiko yang harus diwaspadai setiap saat. Penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih menjadi momok bagi para peternak nasional.
Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya menurunkan produktivitas susu secara drastis, tetapi juga berisiko menyebabkan kematian pada ternak. Hal ini tentu dapat memberikan kerugian finansial yang cukup besar bagi perusahaan dalam skala jumbo.
Tantangan lain yang diungkapkan oleh Ihsan adalah terbatasnya ketersediaan bibit unggul di pasar domestik. Keterbatasan ini mencakup bibit sapi perah yang berkualitas maupun benih tanaman pakan seperti jagung khusus silase.
Oleh karena itu, implementasi teknologi modern menjadi sebuah keharusan untuk meningkatkan standar produksi. Dengan teknologi, perusahaan menargetkan hasil susu yang memenuhi standar internasional dan memiliki potensi untuk diekspor ke luar negeri.
Dukungan Pemerintah Terhadap Investasi Sapi Perah
Langkah investasi yang dilakukan oleh Grup Djarum melalui PT Global Dairi Bersama mendapat sambutan positif dari pemerintah. Kementerian Pertanian melihat hal ini sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan swasembada pangan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah. Investasi ini diharapkan dapat mempercepat kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan susu masyarakat secara mandiri.
Dampak positif yang diharapkan dari adanya investasi peternakan besar ini adalah:
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya.
- Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal di sektor agribisnis dan pengolahan.
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan teknologi peternakan modern.
- Memperbaiki tingkat kesejahteraan sosial masyarakat di Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan.
Pemerintah optimistis bahwa kehadiran industri peternakan terintegrasi ini akan menciptakan efek domino bagi ekonomi lokal. Selain menyerap tenaga kerja, sektor-sektor pendukung lainnya juga diprediksi akan ikut berkembang seiring berjalannya operasional perusahaan.
Agung Suganda menegaskan kembali bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat krusial dalam membangun ketahanan pangan. Investasi PT Global Dairi Bersama diharapkan menjadi motor penggerak bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di Brebes.
Ringkasan Target dan Strategi Operasional Grup Djarum:
| Aspek Pengembangan | Target dan Detail Strategi |
|---|---|
| Populasi Ternak | Mencapai 36.000 ekor sapi perah di masa depan. |
| Kontribusi Nasional | Menyumbang sekitar 18% dari target susu segar domestik. |
| Model Bisnis | Integrated farm-to-glass (pengawasan dari hulu ke hilir). |
| Lokasi Utama | Kabupaten Brebes dan wilayah Provinsi Jawa Tengah. |
| Sistem Keberlanjutan | Zero waste dengan pengolahan biogas dan pupuk organik. |
Tabel di atas merangkum bagaimana Grup Djarum memetakan rencana besar mereka untuk menguasai pasar susu domestik. Melalui pendekatan yang komprehensif, mereka berusaha menjawab tantangan impor susu yang selama ini masih tinggi di Indonesia.
Dengan integrasi antara teknologi, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan limbah, proyek ini diharapkan menjadi standar baru peternakan modern. Keberhasilan strategi ini nantinya akan menentukan sejauh mana Indonesia bisa melepaskan ketergantungan pada produk susu luar negeri.