Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan sektor kesehatan sebagai mesin penggerak baru untuk investasi nasional.
Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menyatakan setiap tahun sekitar 2 juta warga Indonesia pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Hal ini menandakan bahwa sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dan menawarkan peluang investasi yang besar di Indonesia. Pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah menyiapkan strategi penting dengan melibatkan proses transformasi di sektor tersebut.
Dalam seminar yang diadakan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) di Jakarta pada Selasa (12/5/2026), Cahyo menekankan pentingnya peran sektor kesehatan dalam pembangunan ekonomi. Data kuartal I/2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6%, didukung oleh investasi yang signifikan.
Investasi di sektor kesehatan pada tahun 2025 tercatat sebesar US$574 juta, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Jepang menjadi investor terbesar ketiga dalam sektor ini di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Cahyo mengungkapkan pemerintah sedang memfasilitasi investasi besar dari Jepang di sektor farmasi, yang mencapai nilai sekitar US$1,4 miliar.
Tujuannya adalah untuk memproduksi bahan baku obat yang selama ini masih banyak diimpor dari China dan India. "Ini adalah sektor yang sangat krusial, karena Indonesia masih mengandalkan impor untuk kebutuhan ini," ujarnya.
Pemerintah tak hanya fokus pada farmasi dan alat kesehatan, tetapi juga menawarkan berbagai insentif investasi, baik dalam bentuk fiskal maupun non-fiskal. Insentif fiskal meliputi tax holiday, tax allowance, dan potongan pajak lainnya, terutama di kawasan ekonomi khusus (KEK).
Di sisi lain, insentif non-fiskal berfokus pada kemudahan perizinan usaha dan aspek administratif. Langkah-langkah ini dirancang untuk menarik lebih banyak investor dan meningkatkan kontribusi sektor kesehatan dalam perekonomian nasional.