Aktor kawakan Anjasmara baru saja membagikan kisah di balik peluncuran lini parfum miliknya yang diberi nama Harmel. Keputusannya terjun ke bisnis wewangian ternyata dipicu oleh pengalaman pribadi yang kurang menyenangkan di sebuah pusat perbelanjaan.
Kala itu, Anjasmara sempat merasa tidak percaya diri setelah mencoba sampel parfum yang ditawarkan di pertokoan. Aroma yang disemprotkan ke tubuhnya ternyata terlalu kuat dan menyengat, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
Pria berusia 50 tahun ini menceritakan bahwa saking tidak sukanya dengan bau tersebut, ia langsung bergegas mencari toilet. Suami Dian Nitami ini berusaha keras mencuci bagian tubuhnya agar aroma menyengat itu segera hilang.
Pengalaman tersebut kemudian membentuk standar ideal bagi Anjasmara dalam memilih parfum:
- Wangi parfum tidak harus menyengat atau berlebihan di hidung.
- Aroma harus memiliki karakter yang kuat dan memberikan kesan mendalam.
- Keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan aroma menjadi kunci utama.
- Produk harus memberikan rasa nyaman dan meningkatkan rasa percaya diri pemakainya.
Bagi Anjasmara, sebuah parfum harus memiliki pernyataan atau statement yang kokoh tanpa harus menusuk penciuman. Hal inilah yang kemudian ia terapkan secara detail dalam proses pengembangan produk Harmel.
Dedikasi dan Sifat Perfeksionis dalam Pengembangan Produk
Proses menciptakan parfum impian ini rupanya memakan waktu yang tidak sebentar, yakni mencapai satu setengah tahun. Anjasmara mengakui bahwa sifat perfeksionis dirinya dan tim menjadi alasan utama mengapa waktu pengembangannya cukup lama.
Ia bahkan sempat merasa putus asa karena standar tinggi yang ditetapkan untuk mencapai hasil sempurna. Setiap detail produk harus melalui tahap evaluasi yang sangat ketat sebelum akhirnya dianggap layak untuk dipasarkan.
Dari berbagai produk yang dikembangkan, kategori parfum merupakan item yang paling sering mengalami kegagalan atau trial and error. Anjasmara berkali-kali mengganti formula karena merasa aroma yang dihasilkan belum memenuhi ekspektasinya.
Berikut adalah ringkasan perjalanan pengembangan produk parfum milik Anjasmara:
| Tahapan Proses | Durasi / Detail Kegiatan |
|---|---|
| Total Masa Pengembangan | Sekitar 1,5 Tahun (18 Bulan) |
| Uji Coba Personal | Dilakukan selama 6 bulan terakhir |
| Kendala Utama | Formula wangi yang kurang pas dan ketahanan aroma |
| Prinsip Produk | Keseimbangan antara aroma soft dan karakter yang kuat |
Tabel di atas menunjukkan betapa seriusnya Anjasmara dalam menjamin kualitas produk sebelum dilempar ke pasaran. Ia tidak ingin sembarangan dalam menentukan aroma yang nantinya akan digunakan oleh banyak orang.
Sebelum resmi diluncurkan, Anjasmara memilih untuk menjadi "kelinci percobaan" bagi produknya sendiri selama enam bulan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa parfum tersebut benar-benar nyaman saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menegaskan tidak ingin terburu-buru melakukan peluncuran jika kualitas produknya belum teruji secara personal. Menurutnya, meluncurkan produk yang tidak nyaman hanya akan mempermalukan dirinya sendiri di depan publik.
Bagi bintang sinetron ini, parfum dan deodoran adalah dua barang wajib yang tidak boleh tertinggal saat beraktivitas. Oleh karena itu, ia berkomitmen menghadirkan produk yang fungsional sekaligus berkualitas tinggi bagi konsumennya.