IHSG Anjlok 4 Persen Hari Ini, Investor Asing Tarik Dana Rp 864 Miliar di 2026

IHSG Anjlok 4 Persen Hari Ini, Investor Asing Tarik Dana Rp 864 Miliar di 2026
Foto: IHSG Anjlok 4 Persen Hari Ini, Investor Asing Tarik Dana Rp 864 Miliar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat pada perdagangan Rabu (3/6/2026) akibat aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas sebesar 4,11 persen dan berakhir di posisi 5.941.

Sepanjang hari tersebut, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 864 miliar. Kondisi ini membuat IHSG merosot 254 poin hingga terlempar dari level psikologis 6.000.

Dampak Rebalancing Indeks MSCI

Pelemahan tajam ini sebagian besar dipicu oleh tekanan jual pada sektor perbankan dan saham yang terdampak perubahan komposisi indeks global MSCI. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar penjualan dengan nilai net sell mencapai Rp 686 miliar. Langkah serupa juga terjadi pada saham perbankan plat merah lainnya yang ikut tertekan cukup dalam.

Daftar saham dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh investor asing:
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 686 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 428 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 361 miliar
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 183 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 106 miliar

Data di atas menunjukkan bahwa emiten perbankan dan industri besar mengalami tekanan jual paling signifikan selama sesi perdagangan berlangsung. Investor tampaknya cenderung mengurangi eksposure pada saham-saham yang baru saja keluar atau mengalami penyesuaian bobot di indeks internasional.

Minat pada Sektor Komoditas

Meskipun secara keseluruhan asing mencatatkan arus modal keluar, beberapa saham berbasis komoditas justru masih menjadi incaran. Investor asing terpantau melakukan akumulasi atau net buy pada saham-saham tertentu di tengah pelemahan indeks.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai beli bersih mencapai Rp 240 miliar. Selain itu, sektor tambang mineral lainnya juga mencatatkan aliran dana masuk yang positif.

Daftar saham yang mencatatkan pembelian bersih oleh investor asing:
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 240 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 112 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 103 miliar
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 96 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 87 miliar

Minat pada sektor komoditas ini memberikan sedikit bantalan di tengah aksi jual besar-besaran yang melanda pasar saham secara umum. Para pelaku pasar tampaknya melihat peluang di sektor energi dan mineral saat harga saham lainnya terkoreksi tajam.

Kronologi Pergerakan IHSG

IHSG sebenarnya memulai perdagangan pada posisi 6.207,102 dan sempat menguat tipis hingga menyentuh level tertinggi di 6.213,801. Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual langsung mendominasi pasar sejak pagi.

Indeks terus merosot hingga sempat menyentuh titik terendah harian pada level 5.841,996 sebelum akhirnya ditutup di 5.941,066. Secara total, indeks kehilangan 254,36 poin dalam satu hari perdagangan yang cukup fluktuatif ini.

Rangkuman pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan:
Indikator Pasar Nilai / Level
Level Penutupan 5.941,066
Persentase Penurunan 4,11%
Poin Terkoreksi 254,36 Poin
Titik Terendah Harian 5.841,996
Total Net Sell Asing Rp 864 Miliar

Tabel ini menggambarkan betapa drastisnya koreksi yang dialami IHSG hingga menembus batas bawah yang diantisipasi pasar. Investor diharapkan tetap waspada memantau sentimen global dan pergerakan dana asing pada hari-hari berikutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi