Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham BBRI hingga PTBA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026

Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham BBRI hingga PTBA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026
Foto: Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham BBRI hingga PTBA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, dengan tren yang kurang menggembirakan karena dibuka di zona merah. Meskipun indeks mengalami penurunan, beberapa saham unggulan terpantau masih menunjukkan performa positif dan mencoba melawan arus pelemahan pasar.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kolaborasi dengan Harian Bisnis Indonesia ini melemah sebesar 0,50 persen. Penurunan tersebut membawa posisi indeks ke level 425,48 pada pembukaan sesi perdagangan hari ini.

Kondisi pasar saat pembukaan menunjukkan mayoritas konstituen indeks sedang berada dalam tekanan jual yang cukup signifikan. Dari total 27 saham yang tergabung dalam indeks ini, hanya tercatat 4 saham yang berhasil menguat, sementara 19 saham lainnya merosot dan 4 saham sisanya stagnan.

Daftar Saham yang Berhasil Menguat

Sektor perbankan dan pertambangan menjadi motor penggerak utama bagi saham-saham yang masih mampu bertahan di zona hijau pagi ini. Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) memimpin penguatan dengan kenaikan 1,09 persen menuju level harga Rp2.790 per lembar saham.

Langkah positif ini juga diikuti oleh saham emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang tumbuh 0,67 persen menjadi Rp1.495. Dua raksasa perbankan pelat merah, yakni BBRI dan BMRI, turut memberikan dukungan tenaga pada indeks di awal perdagangan.

Rincian performa saham yang mencatatkan kenaikan harga pada pembukaan perdagangan :

  • PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA): Naik 1,09% ke posisi Rp2.790.
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI): Naik 0,67% ke posisi Rp1.495.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Naik 0,33% ke posisi Rp3.050.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Naik 0,24% ke posisi Rp4.180.

Kenaikan harga pada empat saham tersebut menjadi sedikit angin segar di tengah dominasi warna merah yang menyelimuti papan perdagangan indeks Bisnis-27. Investor nampaknya masih melihat peluang pada emiten komoditas dan perbankan besar di tengah fluktuasi pasar.

Emiten yang Mengalami Tekanan Jual

Di sisi lain, tekanan cukup berat dirasakan oleh saham-saham dari sektor konsumsi dan agribisnis pada awal sesi perdagangan ini. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) tercatat sebagai saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi sebesar 4,43 persen ke level Rp3.880.

Emiten ritel lainnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), juga terpangkas 2,90 persen dan berada di angka Rp1.340. Selain itu, saham sektor unggas dan perkebunan sawit seperti JPFA serta TAPG tidak luput dari aksi jual investor pagi ini.

Berikut adalah daftar beberapa emiten yang mengalami koreksi harga cukup tajam :

Kode Saham Nama Emiten Persentase Penurunan Harga Terakhir (Rp)
CPIN Charoen Pokphand Indonesia -4,43% 3.880
AMRT Sumber Alfaria Trijaya -2,90% 1.340
JPFA Japfa Comfeed Indonesia -1,67% 2.350
TAPG Triputra Agro Persada -1,62% 1.515
AKRA AKR Corporindo -1,56% 1.260
INCO Vale Indonesia -1,48% 4.660
TLKM Telkom Indonesia -1,36% 2.910
KLBF Kalbe Farma -1,34% 735

Data tabel di atas menunjukkan bahwa sektor infrastruktur telekomunikasi dan kesehatan juga mengalami perlambatan pergerakan harga. Sementara itu, beberapa emiten seperti BBNI, BUMI, dan INKP tercatat bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Sejalan dengan kondisi Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam rentang target 6.362 hingga 6.484. Tim riset dari MNC Sekuritas mencatat bahwa meski ada penguatan pada hari Selasa lalu, hal itu dibarengi dengan munculnya volume tekanan jual.

Kondisi pasar saat ini dinilai cenderung bergerak menyamping atau sideways dalam jangka pendek. MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG saat ini masih merupakan bagian dari fase teknikal wave [v] dari wave A dari wave (2).

Level penting yang perlu diperhatikan investor untuk pergerakan IHSG saat ini :

  • Target Penguatan: Berada pada rentang 6.362 hingga 6.484.
  • Area Koreksi Terdekat: Berada di kisaran 5.899 sampai 6.080.
  • Level Support Utama: Terletak di posisi 5.996 dan 5.899.
  • Level Resisten Utama: Terletak di posisi 6.318 dan 6.459.

Level support dan resisten ini menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar untuk menentukan momentum masuk atau keluar dari pasar modal. Analisis teknikal ini memberikan gambaran potensi batas bawah dan batas atas fluktuasi indeks sepanjang hari.

Penting bagi investor untuk tetap waspada mengingat dinamika pasar saham yang sangat cepat berubah setiap saat. Keputusan untuk melakukan transaksi jual maupun beli sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dari masing-masing investor atau pembaca.

Artikel ini disajikan hanya sebagai informasi mengenai kondisi pasar terkini dan bukan merupakan perintah atau ajakan investasi. Segala risiko kerugian maupun potensi keuntungan yang didapat dari keputusan investasi merupakan konsekuensi yang ditanggung oleh investor sendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi