Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menegaskan bahwa rudal dan drone canggih milik Iran kini telah sepenuhnya mengunci berbagai target Amerika Serikat di wilayah Teluk. Pasukan elite tersebut saat ini berada dalam posisi siap siaga dan hanya tinggal menunggu instruksi akhir untuk segera melancarkan serangan terhadap sasaran yang telah ditentukan.
Pernyataan tegas yang diunggah melalui media sosial pada Sabtu malam tersebut menegaskan bahwa persenjataan Teheran telah membidik musuh serta kapal-kapal mereka. Melalui laporan Xinhua, Mousavi menyatakan bahwa kesiapan ini merupakan pesan jelas bahwa Republik Islam Iran tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk agresi lanjutan dari pihak Amerika.
Eskalasi Ketegangan di Kawasan Teluk
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di perairan Teluk semakin meruncing setelah munculnya peringatan keras dari komandan senior IRGC tersebut. Langkah provokatif ini disebut sebagai bentuk respons terhadap serangkaian tindakan permusuhan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat baru-baru ini.
Konflik fisik sempat terjadi setelah pasukan AS dilaporkan melakukan serangan terhadap kapal dan tanker milik Iran di kawasan dekat Jask. Menanggapi insiden tersebut, Angkatan Laut IRGC langsung melancarkan operasi balasan yang melibatkan penggunaan rudal balistik anti-kapal, rudal jelajah, serta drone dengan daya ledak tinggi.
Dampak Operasi Militer dan Penyangkalan AS
Serangan balasan yang diluncurkan oleh pihak Iran diklaim telah menyebabkan kerusakan yang sangat signifikan pada berbagai aset militer milik musuh di lapangan. Akibat gempuran tersebut, kapal-kapal perang Amerika Serikat dilaporkan terpaksa mundur dan meninggalkan area konflik dalam kondisi yang tidak teratur.
Meskipun pihak Teheran mengklaim kemenangan besar dalam insiden di Selat Hormuz tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM secara resmi membantah pernyataan itu. Situasi di kawasan tetap kritis seiring dengan instruksi militer Iran untuk terus melanjutkan operasi sebagai tanda berakhirnya kebijakan pengekangan diri Teheran.