PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memprediksi adanya kenaikan signifikan pada kebutuhan gas untuk sektor pembangkit listrik dalam satu dekade mendatang. Hal ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi listrik nasional serta percepatan program elektrifikasi di berbagai lini kehidupan.
Hingga tahun 2034, permintaan gas PLN diproyeksikan akan tumbuh rata-rata sebesar 4,5% setiap tahunnya. Dalam periode transisi energi ini, gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) akan memegang peran vital sebagai pilar utama pasokan energi.
Proyeksi Pertumbuhan Sektor Kelistrikan
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, membagikan pandangan ini dalam ajang internasional bertajuk 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 di Bali. Forum bergengsi tersebut menjadi titik temu para pelaku industri gas global untuk mendiskusikan rantai pasok LNG di kawasan Asia Tenggara.
Rakhmad menekankan bahwa sektor ketenagalistrikan bakal menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan energi di tanah air. Berdasarkan analisis data dari McKinsey dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025, kontribusi listrik terhadap total energi primer akan melonjak tajam.
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan kebutuhan listrik nasional antara lain:
- Pertumbuhan pesat pusat data (data center) yang membutuhkan daya besar.
- Masifnya penggunaan kendaraan listrik dan elektrifikasi di sektor transportasi.
- Peningkatan konsumsi listrik pada sektor industri dan rumah tangga (residensial).
Data tersebut menunjukkan peran listrik terhadap kebutuhan energi primer Indonesia akan naik dari 28% pada tahun 2025 menjadi 38% pada tahun 2035. Hal ini membuktikan bahwa ketergantungan pada pasokan energi yang stabil dan bersih semakin tidak terelakkan.
Peningkatan Konsumsi Berbasis Elektrifikasi
Rakhmad menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor tenaga listrik diprediksi berada di angka 4,6% hingga 5,4% per tahunnya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan sektor energi lainnya karena didorong oleh tren gaya hidup berbasis listrik.
Ringkasan proyeksi pertumbuhan dan target kontribusi energi listrik:
| Indikator Proyeksi | Target / Estimasi |
|---|---|
| Pertumbuhan Permintaan Gas PLN | 4,5% per Tahun |
| Pertumbuhan Sektor Tenaga Listrik | 4,6% - 5,4% per Tahun |
| Kontribusi Listrik (Tahun 2025) | 28% dari Energi Primer |
| Kontribusi Listrik (Tahun 2035) | 38% dari Energi Primer |
Tabel di atas menggambarkan bagaimana pergeseran penggunaan energi menuju listrik akan berdampak langsung pada manajemen pasokan gas nasional. Gas bumi, khususnya LNG, dianggap sebagai energi transisi yang paling siap mendukung stabilitas pasokan saat produksi energi terbarukan sedang fluktuatif.
Melalui langkah-langkah strategis ini, PLN EPI berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional di tengah perubahan iklim. Transformasi menuju energi bersih dilakukan secara bertahap namun pasti demi menjamin ketersediaan listrik bagi masyarakat luas.