Pemerintah Resmi Bentuk Danantara DSI, Purbaya: Waktunya Beli, Banyak Dicari!

Pemerintah Resmi Bentuk Danantara DSI, Purbaya: Waktunya Beli, Banyak Dicari!
Foto: Pemerintah Resmi Bentuk Danantara DSI, Purbaya: Waktunya Beli, Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan optimistis terkait pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI. Menurutnya, kehadiran perusahaan baru ini akan menjadi angin segar bagi pasar saham di tanah air.

Purbaya menilai operasional DSI berpotensi besar mendongkrak profitabilitas emiten berbasis komoditas yang melantai di bursa. Hal ini dikarenakan skema baru tersebut memungkinkan keuntungan perusahaan terefleksi secara lebih adil bagi para pemegang saham.

Dampak positif bagi profitabilitas emiten di bursa saham :

  • Potensi kenaikan laba bersih yang signifikan bagi perusahaan komoditas yang tercatat di bursa.
  • Peralihan penguasaan keuntungan dari pihak luar negeri kembali ke dalam struktur perusahaan domestik.
  • Transparansi laporan keuangan yang jauh lebih baik dan akurat bagi para investor.
  • Peningkatan kepercayaan pasar modal terhadap fundamental perusahaan sumber daya alam.

Purbaya bahkan memperkirakan tingkat keuntungan perusahaan bisa meningkat hingga dua kali lipat. "Ini saatnya untuk membeli saham, bersiaplah untuk segera mengoleksi aset tersebut," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Misi Utama Mengawasi Ekspor Komoditas Strategis

Pemerintah secara resmi mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan misi khusus. Fokus utamanya adalah mengelola serta memantau jalannya transaksi ekspor pada berbagai sumber daya alam strategis.

Langkah ini diambil untuk memberantas praktik ilegal seperti under invoicing dan transfer pricing yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Praktik curang tersebut selama ini terus menggerus potensi pendapatan negara dari sektor pajak dan royalti.

Selain merugikan dari sisi penerimaan pajak, masalah ini juga mengganggu validitas data perdagangan nasional dan devisa. Kehadiran DSI diharapkan mampu menjadi platform pengawasan yang memastikan keterbukaan volume, harga, hingga mekanisme pengiriman barang.

DSI dijadwalkan akan mulai beroperasi secara penuh pada 1 Juni 2026 mendatang. Dalam tahap awal, perusahaan akan fokus pada sistem pencatatan transaksi ekspor secara menyeluruh.

Tahapan operasional PT Danantara Sumber Daya Indonesia :

  • Fase Awal (Juni 2026): Transaksi ekspor masih dilakukan langsung antara perusahaan dengan pembeli luar negeri.
  • Fase Pencatatan: DSI mulai mengambil alih seluruh pengelolaan data dan dokumentasi transaksi ekspor.
  • Fase Evaluasi: Pemerintah melakukan peninjauan performa setiap tiga bulan sekali untuk memastikan efektivitas sistem.
  • Fase Pelaksana Utama: DSI secara bertahap akan menjadi pengelola utama ekspor komoditas strategis nasional.

Melalui tahapan ini, pemerintah ingin memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu arus perdagangan yang sudah ada. Skema evaluasi rutin akan menjadi dasar bagi pengembangan peran DSI di masa depan.

Komitmen Pemerintah Tingkatkan Transparansi Transaksi

Pembentukan DSI merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kendali negara atas kekayaan alam sesuai mandat konstitusi. Hal ini sejalan dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menekankan pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa unit baru ini dibentuk atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memperbaiki tata kelola perdagangan agar menjadi jauh lebih transparan dan akuntabel.

Rosan menegaskan bahwa poin krusial dari keberadaan badan ini terletak pada transparansi setiap transaksi yang terjadi. Dengan pencatatan yang jelas, pemerintah dapat memantau arus keluar masuk komoditas dengan jauh lebih presisi.

Kebijakan ini diharapkan mampu menutup celah kerugian negara sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar komoditas global. Transformasi ini menjadi tonggak baru dalam pengelolaan kekayaan alam yang lebih berdaulat dan modern.

Artikel terkait

Rekomendasi