Laba PGEO Kuartal I 2026 Melonjak, Dana Global Masuk 3 Proyek Panas Bumi

Laba PGEO Kuartal I 2026 Melonjak, Dana Global Masuk 3 Proyek Panas Bumi
Foto: Laba PGEO Kuartal I 2026 Melonjak, Dana Global Masuk 3 Proyek Panas Bumi. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau dikenal sebagai PGE, meraih peningkatan kinerja pada kuartal I tahun 2026. Hal ini terjadi di tengah usaha perusahaan mempercepat pengembangan energi panas bumi. Tiga proyek strategis milik PGE berhasil masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Masuknya proyek-proyek ini membuka peluang akses pendanaan internasional senilai 477,87 juta dollar AS, setara dengan Rp 7,76 triliun. Ini menandakan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan selanjutnya. Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyatakan bahwa di tengah meningkatnya permintaan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, pengakuan ini menunjukkan kesiapan proyek tersebut. “Capaian ini memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan proyek PGE,” kata Ahmad Yani pada Jumat (5/6/2026).

Selain peluang pendanaan, pencapaian ini juga meningkatkan daya tarik proyek:

  • Peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang mendukung percepatan proyek.
  • Meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek di mata mitra strategis dan lembaga pendanaan global.

Ahmad Yani juga menyebutkan bahwa fundamental bisnis yang kuat dengan portofolio proyek yang matang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan keberlanjutan perusahaan dan mendukung transisi energi nasional. Dari sisi keuangan, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE mencatat laba bersih 43,90 juta dollar AS atau sekitar Rp 713,38 miliar. Ini menunjukkan peningkatan 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan laba 31,35 juta dollar AS atau sekitar Rp 509,44 miliar.

Pendapatan perusahaan mencapai 116,56 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,89 triliun, naik 14,8 persen dibandingkan 101,507 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan dan peningkatan produksi listrik panas bumi. Pada 2025, PGE mencatat produksi terbesar dalam sejarahnya dengan total 5.095 gigawatt jam (GWh), naik 5,55 persen dari 4.827 GWh di tahun 2024. Tren positif itu terus berlanjut pada kuartal I 2026 ketika produksi listrik naik 15,22 persen menjadi 1.370 GWh secara tahunan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi