Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti perilaku generasi muda yang kerap terjebak dalam siklus utang "gali lubang tutup lubang". Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan banyak anak muda meminjam uang dari berbagai sumber untuk menunjang gaya hidup mereka. Dicky mengungkapkan, OJK berkomitmen menjalankan strategi komprehensif melalui edukasi dan literasi untuk pencegahan, serta menjalin sinergi dengan industri terkait.
Strategi tersebut melibatkan tiga langkah utama:
- OJK mengoptimalkan penggunaan berbagai saluran teknologi. Misalnya, OJK memiliki sistem pengelolaan pembelajaran keuangan yang mudah diakses secara online 24 jam. Dalam konferensi pers RDKB April 2026, Dicky menjelaskan tentang pentingnya memahami prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan.
- Diterapkan pula pendekatan baru terkait porsi keuangan yang dialokasikan untuk membayar utang. Konsep seperti Debt to Income Ratio dan Debt to Burden Ratio diperkenalkan untuk memandu anak muda dalam mengatur keuangan dengan lebih baik.
Dicky menjelaskan, pendapatan disposabel yang ideal digunakan untuk membayar utang adalah 30-50%. OJK juga terus melakukan edukasi kepada komunitas agar pelaku usaha jasa keuangan tak sembarangan memberikan pinjaman tanpa memperhatikan prinsip kehati-hatian. Sinergi dengan industri penting untuk menjaga stabilitas keuangan bagi semua pihak.
Langkah kedua, OJK menggunakan teknologi dalam kerjasama dengan lintas lembaga guna memantau eksposur multi-borrowing agar tidak menumpuk. Dicky menekankan pentingnya meningkatkan kualitas skor kredit dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), meskipun hal ini memerlukan persiapan teknologi yang matang.
Ketiga, OJK mendorong industri menerapkan prinsip transparansi dalam biaya dan bunga pinjaman, serta berkoordinasi soal penerapan manajemen risiko yang kuat. Dicky menjelaskan, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko pinjaman di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, sehingga pengelolaan risiko menjadi kunci utama.