Ketegangan Memuncak, Somalia Diterjang Baku Tembak Akibat Presiden Perpanjang Jabatan

Ketegangan Memuncak, Somalia Diterjang Baku Tembak Akibat Presiden Perpanjang Jabatan
Foto: Ketegangan Memuncak, Somalia Diterjang Baku Tembak Akibat Presiden Perpanjang Jabatan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Baku tembak meletus di Mogadishu, Somalia, setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud secara sepihak memperpanjang masa jabatannya. Keputusan ini memicu protes dari pihak oposisi dan menambah krisis politik di negara tersebut.

Pertempuran yang dimulai Rabu (3/6/2026) itu terus berlanjut hingga Kamis. Pasukan pemerintah terlibat bentrok dengan milisi yang berpihak pada oposisi, merusak sejumlah bangunan dan membuat warga terpaksa mengungsi.

Melansir dari Al Jazeera, pertempuran tersebut terjadi menjelang demonstrasi yang direncanakan sebagai protes terhadap keputusan Presiden Mohamud. Masa kepemimpinannya sebenarnya telah berakhir bulan lalu, namun ia memilih untuk terus berkuasa dengan menunda pemilu.

Aksi ini memicu kemarahan kubu oposisi yang menilai langkah tersebut sebagai upaya pemusatan kekuasaan. Pemerintah membantah tuduhan ini. Pihak oposisi lantas mengajak masyarakat melakukan unjuk rasa damai pada Kamis, di mana banyak warga turun ke jalan di tengah pengamanan ketat.

Kepolisian mengklaim kekerasan dipicu oleh "serangan terorganisasi" yang didukung oleh kelompok politik yang berusaha menggulingkan kekuasaan. Situasi Somalia semakin tegang sejak 2007 karena perlawanan terus menerus melawan kelompok bersenjata al-Shabab.

Somalia terakhir kali melaksanakan pemilihan umum pada 1969 sebelum kemudian terlibat perang saudara yang berlangsung lebih dari 30 tahun. Mantan Perdana Menteri Hassan Ali Khaire juga mengecam pemerintah melalui platform media sosial, menuduh pemerintah menggunakan "persenjataan berat" yang seharusnya ditujukan untuk operasi melawan Al-Shabaab.

Khaire menambahkan bahwa senjata tersebut kini digunakan dalam kampanye politik yang represif dan serangkaian pembunuhan terarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, infrastruktur sipil juga mengalami kerusakan dan pasokan listrik banyak yang terputus.

Uni Afrika telah menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menyatakan keprihatinan atas bentrokan di permukiman. Uni Eropa dan Kedutaan Besar AS di Mogadishu menyuarakan kekhawatiran serupa. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari pertempuran ini.

Pertempuran mulai mereda pada Kamis pagi ketika pemerintah dan oposisi memulai perundingan. Seorang analis keamanan yang tidak ingin disebut namanya menyatakan adanya korban sipil di beberapa wilayah. Mohamud bukanlah presiden pertama yang mencoba memperpanjang masa jabatannya.

Mantan Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo juga pernah melakukan hal serupa dengan tetap menjabat lebih dari setahun setelah masa mandatnya berakhir pada 2021, yang memicu kekerasan dan kecaman internasional. Situasi ini menambah deretan panjang krisis politik di Somalia.

Artikel terkait

Rekomendasi