MedcoEnergi Garap Blok Migas Nawasena Perkuat Ketahanan Energi RI, Terbaru!

MedcoEnergi Garap Blok Migas Nawasena Perkuat Ketahanan Energi RI, Terbaru!
Foto: MedcoEnergi Garap Blok Migas Nawasena Perkuat Ketahanan Energi RI, Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah resmi memberikan kepercayaan kepada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) migas Nawasena di Jawa Timur. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.

Prosesi penandatanganan kontrak kerja sama tersebut dilangsungkan dalam acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50. Acara ini digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Ekspansi MedcoEnergi di Jawa Timur

Wilayah Kerja Nawasena memiliki cakupan area yang cukup luas, yakni sekitar 7.031 kilometer persegi. Area operasionalnya meliputi wilayah daratan hingga lepas pantai di kawasan Jawa Timur.

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengelola wilayah tersebut secara maksimal. Ia menyatakan bahwa MedcoEnergi sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia.

Informasi detil mengenai pengelolaan WK Nawasena dapat dilihat pada daftar berikut:

  • Operator Utama: PT Medco Energi Nawasena, yang merupakan anak usaha langsung dari MedcoEnergi.
  • Skema Kontrak: Menggunakan model Production Sharing Contract (PSC) dengan sistem cost recovery.
  • Lokasi Strategis: Berdekatan dengan PSC Sampang dan PSC Madura Offshore yang sudah dioperasikan oleh perusahaan.
  • Efisiensi Operasional: Memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk mempercepat proses monetisasi sumber daya migas.

Pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia di wilayah sekitarnya diharapkan mampu menekan biaya operasional. Hal ini juga memungkinkan hasil produksi dari WK Nawasena bisa segera masuk ke jaringan distribusi energi nasional.

Peningkatan Produksi dan Fokus Proyek Strategis

Selain mendapatkan penugasan baru, MedcoEnergi melaporkan adanya kenaikan signifikan pada angka produksi migas mereka. Perusahaan terus mempercepat berbagai proyek gas strategis, baik yang berada di dalam negeri maupun di mancanegara.

Pada kuartal pertama tahun 2026, produksi migas MedcoEnergi tercatat menyentuh angka 170 mboepd. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 18 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berikut adalah ringkasan performa produksi dan kontribusi MedcoEnergi terhadap sektor energi:

Indikator Performa Keterangan Data
Produksi Migas Kuartal I 2026 170 mboepd (Naik 18%)
Rata-rata Produksi Tahun 2025 156 mboepd
Kontribusi Pasokan Nasional Sekitar 21% dari total kebutuhan minyak dan gas
Target Gas Sakakemang 120 MMSCFD per hari

Data di atas mencerminkan upaya MedcoEnergi dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah volatilitas pasar energi dunia. Perusahaan tetap optimis meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.

Senior Vice President Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, menyebutkan bahwa semua proyek pengembangan masih berjalan sesuai jadwal. Pihaknya terus menjaga keseimbangan portofolio bisnis dan disiplin dalam melakukan investasi.

Iwan menambahkan bahwa perusahaan selalu siap mengambil peluang jika terdapat potensi keuntungan tambahan. Strategi ini dilakukan agar MedcoEnergi tetap kompetitif di industri energi yang dinamis.

Perkembangan Proyek di Sumatera Selatan

Di wilayah Sumatera Selatan, Corridor PSC kini telah beroperasi secara penuh dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen. Proyek ini menjadi salah satu pilar utama bagi operasional perusahaan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Sakakemang PSC dijadwalkan akan mencapai keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) pada kuartal III 2026. Produksi perdana dari proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Nantinya, gas yang dihasilkan dari Sakakemang akan diintegrasikan dengan fasilitas produksi yang sudah ada di Corridor dan Gresik. Skema integrasi ini bertujuan agar pengembangan proyek lebih cepat dan biaya produksi menjadi lebih efisien.

Artikel terkait

Rekomendasi