MARK Tebar Dividen Rp90 per Saham dan Incar Kenaikan Laba 20 Persen di 2026

MARK Tebar Dividen Rp90 per Saham dan Incar Kenaikan Laba 20 Persen di 2026
Foto: Ilustrasi MARK Tebar Dividen Rp90 per Saham dan Incar Kenaikan Laba 20 Persen di 2026.
Ukuran teks
p>PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) resmi mengumumkan pembagian total dividen sebesar Rp 90 per saham bagi para investornya. Keputusan strategis ini telah disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini.

Besaran dividen tersebut diambil dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. Selain itu, perseroan juga memberikan tambahan nilai yang bersumber dari saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024.

Rincian Pembagian dan Saldo Dividen

Secara mendetail, MARK mengalokasikan total dividen dari laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 70 per saham. Sebelum pengumuman ini, perseroan diketahui sudah menyalurkan sebagian dividen tersebut dalam dua tahap interim.

Pembayaran interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham dilakukan pada 29 Agustus 2025. Kemudian, tahap kedua dengan nilai yang sama, yakni Rp 20 per saham, telah dibayarkan pada 27 November 2025.

Berdasarkan skema tersebut, sisa dividen tunai yang masih akan dibagikan kepada pemegang saham adalah senilai Rp 30 per saham. Angka ini merupakan bagian dari laba tahun berjalan yang belum disalurkan.

Tidak hanya itu, manajemen juga menyetujui adanya dividen tambahan sebesar Rp 20 per saham dari laba ditahan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, akumulasi total keuntungan yang diterima pemegang saham mencapai Rp 90 per saham.

Berikut adalah rincian komponen dividen yang dibagikan oleh MARK:

  • Dividen Laba Bersih 2025: Total sebesar Rp 70 per saham (termasuk interim Rp 40).
  • Dividen Laba Ditahan: Tambahan senilai Rp 20 per saham dari saldo laba tahun 2024.
  • Sisa Dividen Tunai: Nilai bersih yang akan segera dibayarkan sebesar Rp 30 per saham.
  • Total Keseluruhan: Akumulasi dividen mencapai Rp 90 per saham.

Secara total, dana yang dikucurkan perseroan untuk dividen ini menembus angka Rp 342 miliar. Jumlah tersebut mencerminkan dividend payout ratio yang sangat agresif, yakni menyentuh sekitar 120 persen.

Langkah berani ini didukung oleh kondisi arus kas perusahaan yang sangat sehat. Akumulasi saldo laba dari periode sebelumnya juga menjadi landasan kuat bagi kebijakan apresiasi terhadap pemegang saham tersebut.

Jadwal dan Mekanisme Pembayaran

Bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen ini, perlu memperhatikan sejumlah tanggal penting yang telah dirilis oleh manajemen. Jadwal ini mencakup periode cum dan ex dividen di berbagai pasar modal.

Informasi lengkap mengenai jadwal pembagian dividen dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Keterangan Jadwal Tanggal Pelaksanaan
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi) 19 Mei 2026
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi) 20 Mei 2026
Cum Dividen (Pasar Tunai) 21 Mei 2026
Ex Dividen (Pasar Tunai) 22 Mei 2026
Recording Date (Daftar Pemegang Saham) 21 Mei 2026
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai 10 Juni 2026

Tabel di atas merinci seluruh rangkaian proses mulai dari pencatatan hak pemegang saham hingga tanggal pencairan dana. Seluruh dana dividen dijadwalkan masuk ke rekening investor pada pertengahan Juni mendatang.

Komitmen dan Proyeksi Bisnis

Ridwan Goh selaku Presiden Direktur MARK menegaskan bahwa rasio pembayaran dividen yang tinggi merupakan bentuk komitmen perusahaan. Meski agresif, ia menjamin fundamental perusahaan tetap terjaga untuk ekspansi di masa depan.

“Kondisi arus kas kami masih sangat longgar, sehingga pemberian dividen besar ini tidak akan mengganggu rencana bisnis ke depan,” ungkap Ridwan dalam keterangan resminya pada Senin (18/5/2026).

Terkait kinerja operasional, MARK optimistis pertumbuhan penjualan dan laba akan terus berlanjut. Saat ini, lebih dari 80 persen pendapatan perusahaan berasal dari pasar mancanegara atau ekspor.

Penjualan dalam mata uang dollar AS memberikan keuntungan alami bagi perseroan, terutama saat nilai tukar dollar menguat. Hal ini bertindak sebagai natural hedge yang melindungi stabilitas keuangan dari fluktuasi mata uang.

Artikel terkait

Rekomendasi