Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap riyal Arab Saudi menunjukkan dinamika yang cukup signifikan menjelang puncak musim haji tahun 2026. Para jemaah haji yang sedang bersiap atau sudah berada di Tanah Suci perlu memantau perubahan kurs ini dengan saksama.
Kenaikan permintaan mata uang riyal terjadi seiring dengan masuknya jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia ke kota Madinah dan Makkah. Hal ini secara otomatis mendorong penguatan nilai tukar riyal terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada 11 Mei 2026, nilai tukar rupiah berada di angka Rp4.642,14 per riyal. Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan awal pekan yang sebelumnya masih tertahan di level Rp4.630,85 per riyal.
Selain acuan dari dalam negeri, jemaah juga dapat merujuk pada data yang dirilis oleh Saudi Central Bank atau Bank Sentral Arab Saudi. Pada Selasa, 12 Mei 2026, otoritas moneter tersebut menetapkan kurs senilai Rp4.761,90 per riyal.
Angka dari Bank Sentral Arab Saudi ini menjadi rujukan utama bagi jemaah yang ingin melakukan transaksi di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Jemaah bisa menggunakan data ini saat melakukan penukaran uang di tempat penukaran resmi (money changer) maupun penarikan tunai di ATM lokal.
Bagi jemaah yang masih berada di tanah air, beberapa perbankan besar di Indonesia menyediakan layanan penukaran riyal dengan nilai yang bervariasi. Setiap bank memiliki ketentuan kurs tersendiri untuk transaksi elektronik (e-rate), transfer (TT counter), maupun uang kertas fisik (bank notes).
Kurs Riyal Arab Saudi di Berbagai Bank Nasional
Berikut adalah rincian kurs beli dan jual mata uang riyal yang berlaku di empat bank besar Indonesia pada 12 Mei 2026:
| Nama Bank | Jenis Layanan | Harga Beli (IDR) | Harga Jual (IDR) |
|---|---|---|---|
| BCA | e-Rate | 4.663 | 4.670 |
| BCA | TT Counter | 4.612 | 4.722 |
| BCA | Bank Notes | 4.576 | 4.731 |
| Mandiri | Special Rate | 4.650 | 4.668 |
| Mandiri | TT Counter | 4.444 | 4.850 |
| Mandiri | Bank Notes | 4.444 | 4.850 |
| BRI | e-Rate | 4.650 | 4.687 |
| BRI | TT Counter | 4.632 | 4.696 |
| BNI | Special Rates | 4.660 | 4.672 |
| BNI | TT Counter | 4.487 | 4.837 |
| BNI | Bank Notes | 4.452 | 4.872 |
Data pada tabel tersebut menunjukkan variasi harga yang cukup lebar antara kurs beli dan kurs jual di masing-masing institusi perbankan. Calon jemaah disarankan untuk memilih jenis layanan yang paling efisien sesuai dengan kebutuhan transaksi mereka.
Detail Layanan di BCA dan Bank Mandiri
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menawarkan harga yang cukup kompetitif pada layanan e-rate mereka dengan selisih tipis antara beli dan jual. Namun, untuk layanan bank notes atau fisik, selisihnya cenderung lebih besar bagi nasabah.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyediakan opsi special rate bagi nasabah yang memenuhi kriteria tertentu. Namun, untuk layanan TT counter dan bank notes, mereka mematok harga jual yang mencapai Rp4.850 per riyal.
Detail Layanan di BRI dan BNI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memiliki struktur harga yang tergolong stabil, terutama pada kategori TT counter. Kurs beli mereka berada pada level Rp4.632, sedangkan kurs jual berada pada posisi Rp4.696 per riyal.
Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan kurs bank notes dengan harga beli terendah di angka Rp4.452. Akan tetapi, harga jual untuk uang fisik di BNI merupakan yang tertinggi dibandingkan bank lainnya yaitu Rp4.872.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jemaah haji sebelum melakukan penukaran mata uang:
- Pantau pergerakan kurs secara berkala karena nilai rupiah cenderung fluktuatif terhadap riyal di tengah musim haji.
- Gunakan layanan e-rate jika ingin mendapatkan kurs yang lebih mendekati harga pasar untuk transaksi non-tunai.
- Pastikan membawa dokumen pendukung seperti paspor atau identitas diri saat menukar uang dalam jumlah besar di bank lokal.
- Jika melakukan tarik tunai di Arab Saudi, perhatikan biaya administrasi tambahan yang mungkin dikenakan oleh bank koresponden.
- Hindari menukar uang di lokasi yang tidak resmi untuk menjaga keamanan dan keaslian fisik mata uang yang diterima.
Persiapan finansial yang matang melalui pemahaman kurs ini sangat krusial bagi kelancaran ibadah selama di Tanah Suci. Dengan mengetahui detail harga di setiap bank, jemaah dapat mengalokasikan anggaran kebutuhan harian dengan lebih akurat.
Selain masalah kurs, otoritas terkait juga terus memberikan imbauan bagi para jemaah untuk selalu menaati peraturan setempat. Hal ini termasuk menjaga privasi warga lokal dan tidak sembarangan melakukan dokumentasi di area tertentu yang dilarang.
Pemerintah Indonesia melalui layanan kargo dan perbankan terus berupaya memberikan kemudahan bagi jemaah dalam memenuhi segala kebutuhan logistik. Sinergi antara kebijakan perbankan dan pelayanan haji diharapkan mampu meminimalkan hambatan teknis di lapangan.