PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), emiten yang dikenal sebagai spesialis perbaikan kaki-kaki kendaraan, secara resmi mengumumkan percepatan rencana ekspansi mereka setelah sukses melantai di bursa. Langkah strategis ini diawali dengan perombakan jajaran pengurus perusahaan serta penetapan target pemanfaatan sisa dana IPO yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026.
Keputusan krusial tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Fokus utama perseroan saat ini adalah memperkuat struktur organisasi guna mendukung visi pertumbuhan jangka panjang di industri otomotif nasional.
Perubahan Struktur Direksi dan Tata Kelola Perusahaan
Dalam agenda RUPSLB tersebut, para pemegang saham secara resmi menyetujui pengunduran diri Dodon Tri Koeswardana dari posisinya sebagai direktur perseroan. Sebagai langkah penyegaran manajemen, KAQI mengangkat Simon Arosokhi Gulo untuk mengisi posisi direktur yang baru.
Selain menjabat sebagai direktur, Simon juga akan mengemban tugas tambahan sebagai Sekretaris Perusahaan atau Corporate Secretary sementara. Jabatan ini akan ia jalankan hingga perusahaan menunjuk pejabat definitif yang akan mengisi posisi tersebut secara tetap di masa mendatang.
Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menjelaskan bahwa pemilihan Simon didasarkan pada rekam jejaknya yang sangat luas di bidang hukum perusahaan. Simon dianggap memiliki keahlian mumpuni dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Imam menambahkan bahwa Simon memiliki kompetensi yang sangat kuat, terutama dalam aspek kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan risiko berbasis standar ISO 31000. Pengalaman Simon dalam menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi nilai tambah bagi stabilitas manajemen KAQI.
Berdasarkan riwayat profesionalnya, Simon Arosokhi Gulo merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila yang telah lama berkecimpung di pasar modal. Ia pernah menduduki jabatan strategis seperti Corporate Secretary dan General Manager di beberapa perusahaan terbuka sebelumnya.
Tidak hanya itu, Simon juga memiliki pengalaman sebagai anggota Komite Audit dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Sarana Bangun Sukses. Pengalaman lintas sektoral ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan operasional dan kepatuhan administrasi PT Jantra Grupo Indonesia Tbk.
Berikut adalah komposisi terbaru jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI):
- Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Jantra Al Rasyid
- Komisaris Independen: Febby Adriyani Tiwon
- Dewan Direksi
- Direktur Utama: Imam Sujono
- Direktur: Simon Arosokhi Gulo
Perubahan susunan pengurus ini diharapkan dapat memberikan energi baru bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar otomotif yang semakin kompetitif. Selain merombak manajemen, rapat tersebut juga menyepakati penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai regulasi terbaru dari Badan Pusat Statistik.
Capaian Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi 2026
Dalam rangkaian Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Imam Sujono memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, perusahaan telah melewati fase yang sangat krusial. Periode tersebut menjadi tonggak penting bagi KAQI dalam memantapkan operasional dan memperkuat fundamental keuangan sebelum melakukan penawaran umum perdana.
Untuk tahun 2026, KAQI telah memetakan beberapa fokus utama yang akan menjadi pilar pertumbuhan perusahaan ke depan. Strategi tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, akselerasi digitalisasi sistem layanan, serta perluasan jangkauan wilayah operasional secara masif.
Terkait perluasan wilayah, Imam menjelaskan bahwa Pulau Jawa masih akan menjadi pusat aktivitas utama perusahaan untuk saat ini. Namun, KAQI sudah mulai menyusun rencana matang untuk merambah pasar di wilayah Sumatera dan Sulawesi yang akan dilakukan secara bertahap.
Selain fokus pada ekspansi geografis, KAQI juga mulai mengarahkan pandangannya pada masa depan teknologi otomotif global. Perseroan secara aktif mempersiapkan diri untuk bertransformasi guna melayani ekosistem kendaraan listrik (EV) serta kendaraan otonom sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis.
Tabel berikut menyajikan ringkasan performa keuangan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk sepanjang tahun buku 2025:
| Indikator Keuangan | Capaian Tahun 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| Pendapatan Usaha | Rp76,84 Miliar | 33,62% (YoY) |
| Laba Kotor | Rp38,17 Miliar | 19,45% (YoY) |
| Laba Bersih | Rp9,4 Miliar | 3,11% (YoY) |
| Total Aset | Rp137,9 Miliar | 81,8% (YoY) |
Kenaikan pendapatan yang cukup signifikan tersebut didorong oleh langkah berani perusahaan dalam mengekspansi jaringan cabang serta penguatan citra merek di mata konsumen. Lonjakan aset sebesar 81,8% juga dipengaruhi oleh penambahan aset tetap dan peralatan kerja baru yang dibiayai dari dana hasil IPO.
Meskipun mencatatkan laba yang positif, pemegang saham menyepakati untuk tidak melakukan pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Seluruh keuntungan yang diperoleh akan dialokasikan sebagai cadangan umum guna memperkuat modal kerja perusahaan.
Langkah menahan dividen ini merupakan bagian dari strategi manajemen untuk memastikan ketersediaan dana segar dalam mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur permodalan yang lebih kokoh, KAQI optimistis dapat menjalankan rencana ekspansi tanpa kendala likuiditas.
Realisasi dan Target Penggunaan Dana IPO
Hingga penghujung tahun 2025, KAQI melaporkan bahwa penggunaan dana hasil IPO telah mencapai Rp48,5 miliar atau setara dengan 97,83% dari total perolehan dana. Alokasi dana tersebut mayoritas digunakan untuk membiayai belanja modal, kebutuhan operasional harian, serta dukungan modal bagi anak usaha.
Saat ini, sisa dana IPO tercatat sebesar Rp1,07 miliar yang ditempatkan secara aman dalam instrumen deposito perbankan yang bersifat likuid. Penempatan ini dimaksudkan agar dana tetap terjaga nilainya namun tetap mudah dicairkan saat dibutuhkan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Manajemen KAQI menargetkan bahwa sisa dana tersebut akan terserap seluruhnya pada semester pertama tahun 2026. Penggunaan dana sisa ini dipastikan akan tetap merujuk pada ketentuan yang telah tercantum dalam prospektus penawaran umum sebelumnya.
Dengan berakhirnya masa penggunaan dana IPO, KAQI berharap seluruh infrastruktur baru yang telah dibangun dapat segera beroperasi secara maksimal. Hal ini diprediksi akan menjadi katalis utama bagi peningkatan pendapatan dan profitabilitas perseroan di masa mendatang.