IHSG Parkir di Level 6.858, Saham BREN hingga ASII Kompak Ambles ke Zona Merah

IHSG Parkir di Level 6.858, Saham BREN hingga ASII Kompak Ambles ke Zona Merah
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Level 6.858, Saham BREN hingga ASII Kompak Ambles ke Zona Merah.
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Pergerakan indeks komposit kali ini tertekan oleh melemahnya sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penyusutan sebesar 0,87 persen atau turun 46,70 poin. Kondisi ini membuat posisi indeks parkir di level 6.858,89 pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi tadi, indeks sempat menunjukkan optimisme dengan dibuka pada level 6.949,84. Sepanjang hari, IHSG bahkan sempat menyentuh posisi tertingginya di angka 6.977,28 sebelum akhirnya berbalik melemah.

Hingga penutupan pasar, tercatat ada 207 saham yang berhasil menguat, sementara 463 saham lainnya harus terkoreksi. Adapun 151 saham tercatat stagnan tanpa perubahan harga berarti, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.

Dinamika Saham Berkapitalisasi Besar

Di jajaran emiten kelas berat, mayoritas saham justru menunjukkan performa yang lesu dan memberikan tekanan bagi indeks. Hanya sedikit emiten unggulan yang mampu bertahan dan mencatatkan kenaikan harga di tengah tren pelemahan tersebut.

Daftar emiten big caps yang mencatatkan kinerja positif hari ini meliputi:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang naik 2,64 persen ke level Rp1.165 per saham.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang tumbuh 2,36 persen menuju angka Rp3.910 per saham.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pergerakan positif hanya terjadi pada segmen yang sangat terbatas di sektor perbankan dan energi. Sebaliknya, tekanan jual yang masif justru datang dari emiten-emiten raksasa lainnya yang memicu penurunan indeks.

Berikut adalah emiten-emiten besar yang mengalami koreksi paling dalam:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun tajam sebesar 4,75 persen ke posisi Rp3.610.
  • PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menyusut 3,80 persen hingga ke level Rp11.400.
  • PT Astra International Tbk. (ASII) melemah sebesar 3,31 persen menjadi Rp5.850 per lembar saham.

Penurunan signifikan pada saham-saham di atas memberikan dampak langsung yang cukup berat terhadap bobot IHSG secara keseluruhan. Kondisi ini membuat indeks terus tertekan hingga tidak mampu kembali ke zona hijau hingga bel penutupan dibunyikan.

Rincian Top Gainers dan Top Losers

Meskipun indeks komposit sedang lesu, terdapat beberapa saham yang mencatatkan lonjakan harga cukup drastis secara persentase. Saham-saham ini masuk ke dalam deretan top gainers karena volatilitasnya yang tinggi pada hari ini.

Adapun rincian pergerakan saham teraktif hari ini adalah sebagai berikut:

Kategori Pergerakan Nama Emiten (Kode Saham) Persentase Perubahan Harga Terakhir
Top Gainer PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) +30,82% Rp191
Top Gainer PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) +24,00% Rp155
Top Loser PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) -14,81% Rp184
Top Loser PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) -14,74% Rp324

Tabel tersebut menyajikan kontras antara saham-saham lapis bawah yang bergerak liar dan saham fundamental yang justru cenderung tertekan. Sementara itu, investor terus memperhatikan faktor eksternal dan domestik yang memengaruhi sentimen pasar secara kolektif.

Analisis Sektoral dan Pengaruh Pasar

Pada jeda siang sebelumnya, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kelemahan dengan merosot 1,43 persen ke level 6.807. Sejak sesi awal, tekanan jual memang sudah melanda banyak saham berkapitalisasi pasar jumbo secara beruntun.

Berdasarkan riset dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, sejumlah emiten kelas berat memang menjadi beban utama indeks hari ini. Emiten telekomunikasi seperti PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) tercatat anjlok hingga 15,0 persen.

Selain itu, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni BREN, juga terus terkoreksi sejak sesi pertama dimulai. Tekanan ini semakin diperparah oleh melemahnya saham blue chip lainnya seperti BBCA yang turun 1,2 persen siang tadi.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektoral terjebak dalam zona merah tanpa perlawanan yang cukup berarti. Sektor industri dan infrastruktur menjadi dua sektor yang mengalami koreksi paling dalam sepanjang hari perdagangan.

Pihak Mirae Asset Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan bahwa hanya sektor transportasi yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Sementara itu, indeks industri dan infrastruktur memimpin daftar pelemahan sektoral yang menyeret laju IHSG hari ini.

Peringatan Investasi: Berita ini disusun bukan untuk memberikan perintah jual atau beli saham kepada pembaca. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor, dan pihak redaksi tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan maupun kerugian yang terjadi.

Artikel terkait

Rekomendasi