Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama hari Jumat, 29 Mei 2026. Kekuatan indeks kali ini didorong oleh aksi beli signifikan pada sejumlah saham milik konglomerat ternama Indonesia.
Berdasarkan pantauan pasar hingga tengah hari, IHSG berhasil menguat sebesar 1,43 persen dan parkir di level 6.217,88. Sepanjang tiga jam pertama perdagangan, pergerakan indeks terpantau fluktuatif namun konsisten di zona hijau pada rentang 6.111,97 hingga 6.230,50.
Dominasi Saham Grup Barito dan Petrindo
Emiten yang dikendalikan oleh taipan Prajogo Pangestu menjadi motor utama penguatan pasar pada paruh pertama hari ini. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) memimpin lonjakan dengan kenaikan maksimal hingga 25 persen ke harga Rp3.300.
Langkah impresif BREN diikuti oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang melesat 24,75 persen menjadi Rp630 per lembar saham. Selain itu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) juga mencatatkan kenaikan tajam sebesar 23,15 persen ke posisi Rp1.915.
Kinerja positif dari grup ini tidak berhenti di situ, mengingat beberapa entitas lainnya juga turut menghijau. Berikut adalah daftar kenaikan saham lainnya di bawah naungan grup yang sama:
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) berhasil menguat signifikan sebesar 20,59 persen ke level Rp4.510.
- PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mencatatkan kenaikan sebesar 15,89 persen ke posisi harga Rp875.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut bergerak positif dengan kenaikan tipis 1,05 persen menuju Rp1.920.
Kenaikan serempak pada saham-saham grup ini memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi investor di lantai bursa. Dominasi emiten Prajogo Pangestu ini menjadi sorotan utama karena besarnya bobot kapitalisasi pasar yang mereka miliki.
Saham Afiliasi Happy Hapsoro dan Merdeka Group
Selain grup Barito, saham-saham yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro juga menunjukkan taringnya pada sesi ini. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menjadi salah satu primadona dengan lonjakan harga mencapai 24,59 persen ke Rp760.
Selanjutnya, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) tercatat naik 10,56 persen ke level Rp3.560 per lembar saham. Tren kenaikan ini juga merembet ke emiten lainnya yang berada dalam lingkaran bisnis yang sama.
Daftar performa saham afiliasi Happy Hapsoro lainnya pada sesi I perdagangan hari ini:
- PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) mengalami penguatan sebesar 12,41 persen ke level harga Rp326.
- PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) membukukan kenaikan solid sebesar 14,15 persen menjadi Rp4.840.
Sektor tambang dan energi juga mendapatkan angin segar dari pergerakan Merdeka Group milik Boy Thohir dan Sandiaga Uno. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) terpantau naik 1,32 persen ke harga Rp7.700.
Unit bisnis lainnya, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), berhasil menguat 2,94 persen ke posisi Rp490. Sementara itu, induk usaha mereka, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), naik tipis 0,37 persen ke Rp2.730.
Emiten Lain dalam Jajaran Top Gainers
Di luar kelompok perusahaan besar tersebut, beberapa emiten lain juga mencatatkan pertumbuhan harga yang cukup impresif. PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) melesat 11,88 persen sehingga mencapai level Rp895.
Saham raksasa tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga ikut terbang 10,29 persen ke harga Rp3.430. Kenaikan ini mempertegas optimisme pasar terhadap sektor komoditas yang sedang kembali bergairah.
Selain itu, terdapat pergerakan positif pada sektor mineral dan industri kertas melalui dua emiten berikut:
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) tumbuh 4,97 persen dan parkir di level Rp1.585.
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) naik 4,91 persen sehingga berada di posisi Rp5.875.
Munculnya berbagai sektor dalam daftar top gainers menunjukkan adanya aliran dana yang merata pada berbagai lini industri. Investor tampak mulai kembali percaya diri untuk masuk ke pasar saham di akhir bulan Mei ini.
Analisis Teknikal dan Kewaspadaan Pasar
Meskipun IHSG mencatatkan rapor hijau pada sesi pertama, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan catatan penting. Ia memprediksi bahwa secara teknikal, pergerakan indeks secara keseluruhan masih berada dalam bayang-bayang pelemahan.
Reza menjelaskan bahwa IHSG berpotensi melakukan konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada rentang tertentu. Ia menetapkan area resistance atau batas atas pada level 6.240, sementara batas bawah atau support berada di level 6.060.
Beberapa faktor makro yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar menurut analisis Reza Diofanda:
| Faktor Risiko | Dampak terhadap Pasar |
|---|---|
| Nilai Tukar Rupiah | Mendekati Rp16.800 per dolar AS, berisiko memicu aliran modal keluar (capital outflow). |
| Rebalancing MSCI | Berlaku efektif hari ini, diperkirakan akan meningkatkan volatilitas transaksi di akhir sesi. |
| Tren Teknis | Potensi konsolidasi melemah jika indeks gagal menembus batas resistance kuat. |
Reza menekankan bahwa tekanan pada mata uang Garuda menjadi variabel krusial yang dapat memicu investor asing menarik modalnya. Oleh karena itu, lonjakan yang terjadi pada sesi I perlu disikapi dengan manajemen risiko yang ketat oleh para pemodal.
Implementasi perubahan komposisi indeks MSCI yang jatuh pada penutupan perdagangan hari ini juga akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya. Volatilitas diprediksi akan meningkat tajam menjelang penutupan pasar sore nanti akibat penyesuaian portofolio manajer investasi.
Pernyataan Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata sebagai informasi publik dan bukan merupakan instruksi atau ajakan untuk melakukan transaksi beli maupun jual saham. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan hak pribadi setiap pembaca, di mana segala risiko kerugian maupun potensi keuntungan berada di luar tanggung jawab redaksi.