IHSG Jeblok 1,98% ke Level 6.723, Ratusan Saham Berguguran Sore Ini

IHSG Jeblok 1,98% ke Level 6.723, Ratusan Saham Berguguran Sore Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Jeblok 1,98% ke Level 6.723, Ratusan Saham Berguguran Sore Ini.
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir kurang menggembirakan pada penutupan perdagangan hari Rabu (13/5/2026). Indeks saham domestik terpangkas cukup dalam sebesar 1,98 persen atau turun 135,58 poin menuju level 6.723.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, pergerakan indeks secara konsisten tertahan di zona merah. Meski sempat dibuka pada posisi 6.763, IHSG gagal menguat dan terus tertekan hingga sesi penutupan berakhir.

Analisis Pergerakan Pasar Saham

Berdasarkan data harian, indeks sempat mencapai titik tertingginya di level 6.787 pada awal sesi. Namun, aksi jual yang masif menyeret indeks hingga sempat menyentuh level terendah harian di posisi 6.705.

Tekanan jual terlihat mendominasi pasar sepanjang hari meskipun sempat terjadi upaya pemulihan yang sangat terbatas menjelang penutupan. Nilai transaksi harian tercatat cukup besar mencapai Rp19,72 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 36,81 miliar lembar.

Berikut adalah ringkasan data perdagangan bursa pada sore ini:

  • Frekuensi Transaksi: Terjadi sebanyak 2,276 juta kali transaksi selama satu hari perdagangan.
  • Jumlah Saham Melemah: Sebanyak 428 saham mengalami penurunan harga.
  • Jumlah Saham Menguat: Tercatat hanya 260 saham yang berhasil ditutup menghijau.
  • Saham Stagnan: Sebanyak 271 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Kapitalisasi Pasar: Total nilai pasar modal Indonesia saat ini berada di angka Rp11.825 triliun.

Data di atas memperlihatkan dominasi emiten yang mengalami koreksi harga dibandingkan yang berhasil bertahan atau menguat. Hal ini sejalan dengan melemahnya hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia.

Kinerja Sektoral yang Tertekan

Hampir semua sektor saham masuk ke zona merah, dipicu oleh koreksi tajam pada sektor barang baku. Sektor ini menjadi beban terberat bagi indeks setelah merosot hingga 4,43 persen.

Berikut rincian persentase penurunan pada beberapa sektor utama lainnya:

Sektor Industri Persentase Penurunan (%)
Sektor Infrastruktur 2,72%
Sektor Energi 1,61%
Sektor Konsumer Non-Primer 1,40%
Sektor Kesehatan 1,22%
Sektor Properti & Teknologi 0,70%

Tabel tersebut merangkum sektor-sektor yang mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan hari ini. Sektor infrastruktur dan energi terlihat ikut terseret dalam tren negatif yang melanda pasar modal Indonesia.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya sempat memberikan tanggapan terkait kondisi pasar terkini. OJK menilai fluktuasi yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar global.

Meski terdapat sentimen terkait penyesuaian indeks MSCI yang memengaruhi pergerakan saham, otoritas meyakini hal tersebut tidak akan mengubah klasifikasi pasar modal nasional. Upaya ini dipandang sebagai langkah untuk membentuk fondasi pasar yang lebih sehat ke depannya.

Artikel terkait

Rekomendasi