Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (13/5/2026) dengan tren negatif. Indeks terpantau langsung terperosok ke zona merah hingga menyentuh level 6.763 pada saat pembukaan pasar.
Koreksi tajam ini terjadi tak lama setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kebijakan MSCI yang menghapus beberapa saham dari indeks mereka menjadi pemicu utama tekanan jual di pasar domestik.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.07 WIB, IHSG mengalami pelemahan sebesar 1,55% atau setara dengan penurunan 106,39 poin. Saat ini, posisi indeks berada di level 6.752 setelah sempat berfluktuasi di rentang 6.741 hingga 6.787.
Volume transaksi pada awal sesi ini tercatat cukup masif dengan melibatkan 9,53 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berputar di pasar modal sejauh ini telah mencapai angka Rp2,6 triliun.
Kondisi pasar didominasi oleh pergerakan saham-saham yang melemah di awal perdagangan pagi ini. Sebanyak 351 saham tercatat terkoreksi, sementara 177 saham menguat dan 431 saham lainnya cenderung stagnan.
Dampak Perubahan Indeks MSCI terhadap Sektor Saham
Sektor bahan dasar menjadi beban terberat bagi pergerakan indeks dengan koreksi paling dalam mencapai 2,95%. Sektor infrastruktur menyusul di posisi berikutnya dengan penurunan sebesar 1,94%.
Beberapa sektor lain juga tidak luput dari tekanan aksi jual investor di pagi hari ini. Sektor kesehatan melemah 1,21%, diikuti sektor non-primer sebesar 1,42%, dan sektor energi yang tergerus 1,17%.
Adapun sektor keuangan, primer, properti, dan teknologi terpantau mengalami koreksi yang lebih terbatas. Keempat sektor tersebut mencatatkan pelemahan masing-masing di bawah level 1%.
Di tengah pelemahan indeks, hanya terdapat dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor transportasi melonjak signifikan sebesar 3,26%, sementara sektor perindustrian naik tipis 0,82%.
Daftar saham yang masuk dalam jajaran top losers pagi ini didominasi emiten yang terdepak dari MSCI:
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) anjlok 14,07% ke harga Rp580.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merosot 13,27% ke level Rp4.380.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tertekan 11,11% menuju posisi Rp840.
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) turun 10,78% ke level Rp6.825.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 10,73% ke harga Rp1.040.
Kelompok saham di atas mencatatkan penurunan harga yang sangat tajam akibat respon negatif pasar terhadap perubahan bobot indeks global. Investor cenderung melakukan pelepasan aset pada saham-saham yang sudah tidak lagi masuk dalam perhitungan indeks MSCI.
Saham-Saham yang Berhasil Menguat
Meski IHSG secara keseluruhan tertekan, beberapa saham justru berhasil mencatatkan penguatan yang luar biasa. Kelompok top gainers ini memberikan sedikit angin segar di tengah lesunya bursa saham hari ini.
Berikut adalah ringkasan emiten dengan kenaikan tertinggi pada sesi awal perdagangan:
| Kode Saham | Persentase Kenaikan | Harga Terakhir |
|---|---|---|
| SWID | 26,85% | - |
| KOPI | 24,56% | Rp284 |
| ELPI | 24,54% | Rp2.030 |
| KONI | 20,91% | Rp3.470 |
| ALKA | 18,92% | Rp660 |
Data tersebut menunjukkan adanya anomali positif pada beberapa emiten tertentu meski sentimen makro dan regional sedang tidak berpihak. Kenaikan signifikan ini umumnya dipicu oleh sentimen korporasi atau aksi spekulasi di luar pengaruh pengumuman MSCI.
Pelemahan IHSG saat ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar modal di tanah air. Kondisi ini seolah memperpanjang tren negatif indeks yang sebelumnya juga sempat tertekan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah.