Ifishdeco (IFSH) Kantongi Laba Rp 106,5 Miliar, Siap Perkuat Ekspansi Tambang di 2026

Ifishdeco (IFSH) Kantongi Laba Rp 106,5 Miliar, Siap Perkuat Ekspansi Tambang di 2026
Foto: Ilustrasi Ifishdeco (IFSH) Kantongi Laba Rp 106,5 Miliar, Siap Perkuat Ekspansi Tambang di 2026.
Ukuran teks

PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berhasil menorehkan performa keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan tambang nikel dan silika ini melaporkan pendapatan menyentuh angka Rp 1 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,90 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan ini secara otomatis memberikan dampak positif pada perolehan laba bersih perusahaan.

Laba tahun berjalan tercatat mencapai Rp 106,5 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 6,39 persen secara tahunan (year on year). Direktur Ifishdeco, Iwan Luison, menjelaskan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari efisiensi operasional yang ketat.

Selain pengelolaan biaya yang efektif, perseroan juga mencatatkan laba per saham atau earning per share (EPS) sebesar Rp 37,51. Angka ini mencerminkan nilai tambah yang dihasilkan bagi para pemegang saham selama setahun terakhir.

Struktur Keuangan yang Semakin Solid

Kesehatan finansial Ifishdeco terlihat semakin kokoh jika menilik laporan neraca keuangan perusahaan. Total aset IFSH tumbuh 5,2 persen hingga mencapai angka Rp 1,06 triliun pada akhir periode tersebut.

Kabar baik lainnya datang dari penurunan total liabilitas atau utang sebesar 13,1 persen menjadi Rp 147,6 miliar. Sementara itu, total ekuitas perusahaan melonjak 9 persen menjadi Rp 913,1 miliar.

Iwan Luison menegaskan bahwa komposisi ekuitas yang mendominasi hingga 86,1 persen dari total aset memberikan stabilitas tinggi. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi IFSH untuk melakukan ekspansi bisnis di masa depan.

Kinerja Operasional dan Penjualan Komoditas

Dalam menjalankan roda bisnisnya, IFSH mengandalkan dua komoditas utama yaitu nikel dan pasir kuarsa atau silika. Realisasi volume penjualan nikel sepanjang 2025 mencapai 1,29 juta metric ton (MT).

Angka penjualan nikel tersebut setara dengan 59 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Di sisi lain, komoditas silika juga menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan perusahaan.

Berikut adalah detail realisasi volume penjualan komoditas IFSH sepanjang tahun 2025:

  • Komoditas Nikel: Mencatatkan volume penjualan sebesar 1,29 juta metric ton (MT).
  • Komoditas Silika: Berhasil menjual sebanyak 978 ribu metric ton (MT) atau 65 persen dari RKAB.

Data di atas menunjukkan bahwa perusahaan terus berupaya mengoptimalkan cadangan mineral yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pasar. Penjualan ini tetap stabil di tengah fluktuasi harga komoditas global yang dinamis.

Pengaruh Harga Mineral Global

Pergerakan Harga Mineral Acuan (HMA) internasional turut mewarnai pencapaian operasional Ifishdeco sepanjang tahun. Rata-rata harga nikel dunia tercatat berada di level 15.177,12 dollar AS per ton selama tahun 2025.

Ringkasan pergerakan harga mineral acuan nikel selama periode tahun buku 2025:

Indikator Harga Nilai (Dollar AS)
Rata-rata HMA 2025 15.177,12 per ton
Harga Tertinggi (April 2025) 16.126,33 per ton

Tabel ini menggambarkan kondisi pasar nikel yang sempat menyentuh level tertinggi pada bulan April. Dinamika harga ini menjadi faktor penting yang dipertimbangkan manajemen dalam menentukan strategi penjualan dan produksi perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi