GBK Memanas: Kaum Hawa Tetap Terpikat Pesona Timnas Indonesia 2026

GBK Memanas: Kaum Hawa Tetap Terpikat Pesona Timnas Indonesia 2026
Foto: GBK Memanas: Kaum Hawa Tetap Terpikat Pesona Timnas Indonesia 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Penggemar sepak bola di Indonesia, khususnya kaum wanita, terus menunjukkan antusiasmenya terhadap Timnas Indonesia. Pada Jumat sore (5/6), Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kembali dipenuhi oleh para penggemar menjelang pertandingan melawan Oman.

Meskipun Timnas belum meraih prestasi gemilang, hal ini tidak mengurangi semangat dukungan, terutama dari suporter wanita. Nayla (21) dan Husna (22), dua gadis asal Tangerang, turut hadir di GBK. Mereka berangkat sejak pukul 15.00 WIB dari rumah menuju kawasan Senayan, Jakarta, demi mendukung Rizky Ridho dan timnya.

Kesukaan terhadap para pemain turut meningkatkan motivasi:

  • Nayla mengungkapkan bahwa daya tarik para pemain Timnas, termasuk pemain diaspora, membuatnya ingin melihat langsung aksi mereka di lapangan.
  • Husna, yang baru kali pertama menyaksikan langsung di stadion namun sering menonton di televisi, merasa senang dapat menemani Nayla untuk bersenang-senang di stadion.

Bagi Nayla dan Husna, penampilan Ole Romeny sangat dinantikan. Pemain dari Oxford United ini memang mendapat perhatian lebih dari penggemar wanita. Selain Ole, Rizky Ridho dan Marselino juga menjadi sosok yang mereka nantikan walaupun Marselino harus absen dari pertandingan ini.

"Aku memilih Ole Romeny dan Rizky Ridho sebagai favoritku. Juga ada Marselino Ferdinan. Semoga bisa main dan cetak gol," kata Nayla dengan senyuman. Husna menimpali, "Aku suka Ole juga. Tidak lupa, aku suka Justin Hubner karena sering mengikuti kekasihnya, Jennifer Copen, di media sosial."

Namun, dalam laga ini, stadion GBK tidak akan terisi penuh. PSSI hanya merilis 35 ribu tiket, separuh dari total kapasitas 71 ribu kursi, dan tribun atas tidak dibuka. Meskipun begitu, satu jam sebelum pertandingan, suasana di GBK sudah dipenuhi nuansa merah. Semangat para suporter Garuda tetap hidup meskipun tidak sepadat biasanya.

Artikel terkait

Rekomendasi