PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memaparkan strategi terbaru untuk memperkuat ketahanan gas nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61. Perseroan yang berperan sebagai Subholding Gas Pertamina ini kini fokus pada perluasan infrastruktur dan diversifikasi pasokan untuk mendukung transisi energi hijau.
Langkah strategis ini diambil guna menghadapi dinamika pasokan energi global yang kian menantang. Selain mengandalkan pipa gas konvensional, PGN kini mulai merambah bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) dan energi rendah emisi secara lebih agresif.
Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa transformasi bisnis merupakan kunci utama perusahaan dalam menjaga keandalan energi di dalam negeri. Selama lebih dari enam dekade, PGN berupaya memastikan manfaat gas bumi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Fajriyah menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini mencakup penguatan infrastruktur serta inovasi layanan yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan tetap mengacu pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau ESG.
Daftar sumber pasokan gas yang dikelola PGN untuk menjaga ketahanan domestik:
- Sumber gas pipa dan LNG domestik dari wilayah Tangguh serta Donggi Senoro.
- Potensi gas baru dari Blok Masela dan Blok Andaman di wilayah utara.
- Pemanfaatan gas dari Wilayah Kerja Tungkal dan pengembangan coalbed methane (CBM) Muara Enim.
- Inovasi energi bersih melalui pengembangan biomethane sebagai alternatif masa depan.
Strategi pengamanan pasokan ini dilakukan melalui berbagai jalur kontrak jangka panjang maupun eksplorasi sumber-sumber energi baru yang potensial di seluruh wilayah Indonesia.
Sinergi Strategis dan Ekspansi LNG
Dalam setahun terakhir, PGN sangat aktif menjalin kerja sama strategis, termasuk penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada ajang IPA Convex 2025. Perusahaan juga melakukan kesepakatan swap gas West Natuna serta Heads of Agreement (HoA) LNG Blok Masela dengan INPEX Masela.
Di sektor LNG, PGN mengoptimalkan fasilitas regasifikasi untuk menjaga stabilitas stok gas bagi konsumen domestik. Salah satu pencapaian penting adalah penerimaan kargo LNG pertama melalui fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di wilayah Jawa Barat.
Beberapa pencapaian infrastruktur dan operasional PGN pada periode terbaru:
| Indikator Operasional | Capaian / Data Statistik |
|---|---|
| Volume Penyaluran Gas Bumi | 777 BBTUD (Kuartal I/2026) |
| Volume Transmisi Gas | 1.539 MMSCFD (Kuartal I/2026) |
| Panjang Jaringan Pipa | Lebih dari 33.490 Kilometer |
| Cakupan Wilayah Operasi | 18 Provinsi dan 78 Kota/Kabupaten |
| Pangsa Pasar Nasional | Mencapai lebih dari 91% |
Data di atas menunjukkan dominasi PGN yang mengelola lebih dari 95% infrastruktur gas bumi nasional. Keberhasilan ini didukung oleh penambahan jaringan pipa baru sepanjang 230 kilometer hanya dalam waktu satu tahun terakhir.
Inovasi Layanan Beyond Pipeline dan Jargas
Pihak manajemen juga terus mendorong layanan beyond pipeline melalui penggunaan Compressed Natural Gas (CNG). Layanan retail ini menjadi solusi bagi masyarakat maupun pelaku industri yang lokasinya belum terjangkau oleh jaringan pipa permanen.
Ekspansi layanan CNG telah menyasar wilayah Medan dan Bandung untuk melayani sektor komersial, seperti hotel, restoran, dan kafe. Selain itu, sektor UMKM dan industri manufaktur juga mulai beralih menggunakan CNG sebagai sumber energi yang lebih efisien.
Program jaringan gas rumah tangga (jargas) juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan total sambungan mencapai lebih dari 820.000 rumah. PGN tidak hanya fokus pada pemukiman padat, tetapi juga merambah kawasan hunian modern dan rumah susun seperti Wisma Atlet Kemayoran.
Pengembangan jargas kini terus dikembangkan ke wilayah-wilayah baru yang strategis. Beberapa lokasi potensial yang sedang dijajaki meliputi kawasan Jatengland serta pengembangan pusat bisnis di BSB City.
Prestasi Tata Kelola di Kancah Internasional
Di balik performa operasionalnya, PGN juga mencatatkan prestasi membanggakan dalam aspek tata kelola perusahaan. Perseroan berhasil masuk dalam daftar 50 perusahaan terbuka dengan implementasi tata kelola terbaik di tingkat ASEAN.
PGN juga dinobatkan sebagai salah satu dari lima perusahaan terbaik di Indonesia dalam ajang ASEAN Corporate Governance Awards 2025. Selain itu, pengakuan global didapat dengan masuknya PGN ke dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik versi Majalah TIME.
Fajriyah Usman menyatakan bahwa berbagai apresiasi ini menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus tumbuh di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, stabilitas bisnis sangat penting untuk menjamin kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.
Momentum usia ke-61 tahun ini dijadikan waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan panjang PGN dalam melayani kebutuhan gas bumi. Perseroan berkomitmen untuk memperkuat integrasi infrastruktur demi mendukung penuh visi transisi energi yang dicanangkan pemerintah.
Ke depan, PGN akan terus memperluas jangkauan operasionalnya agar manfaat energi bersih dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Integrasi infrastruktur yang kuat diharapkan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi yang berkelanjutan di masa depan.