Gampang Laper Mata, Ini Alasan Gen Z Paling Boros dan Hobi Belanja!

Gampang Laper Mata, Ini Alasan Gen Z Paling Boros dan Hobi Belanja!
Foto: Ilustrasi Gampang Laper Mata, Ini Alasan Gen Z Paling Boros dan Hobi Belanja!.
Ukuran teks

Hasil survei dari firma konsultan manajemen asal Amerika Serikat, McKinsey, pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa Generasi Z memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap perilaku belanja impulsif dibandingkan generasi lainnya. Kelompok usia ini dilaporkan sangat gemar memanjakan diri melalui pembelian barang-barang tertentu guna memuaskan keinginan pribadi mereka secara instan.

Fenomena perilaku belanja impulsif yang sering dilakukan oleh Generasi Z ini secara populer dikenal dengan istilah doom spending. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika seseorang memutuskan untuk berbelanja sebagai cara untuk mengatasi rasa pesimisme mereka terhadap situasi ekonomi, dinamika politik, maupun masalah sosial lainnya.

Berdasarkan laporan survei yang sama, baik Generasi Z maupun milenial tercatat lebih mudah terjebak dalam belanja impulsif meskipun secara rata-rata tingkat kekayaan mereka masih berada di bawah generasi sebelumnya. Mereka cenderung mengalokasikan dana untuk kesenangan jangka pendek guna meredam kecemasan terhadap masa depan yang tampak tidak pasti.

Preferensi Konsumsi dan Nilai Barang bagi Gen Z

Saat melakukan doom spending, Generasi Z umumnya memilih untuk memanjakan diri dengan aktivitas makan di luar rumah serta membeli pakaian, produk kecantikan, hingga perhiasan. Selain barang fisik, mereka juga sangat menikmati pengeluaran yang berlebihan demi mendapatkan pengalaman tertentu yang dianggap berkesan dan menarik.

Walaupun demikian, Generasi Z tetap memegang prinsip tertentu karena mereka hanya akan mengeluarkan uang jika melihat adanya nilai lebih dari barang atau jasa tersebut. Nilai yang dimaksud sering kali berkaitan erat dengan citra budaya dari pembelian itu sendiri yang nantinya dapat mereka pamerkan atau bagikan melalui platform media sosial.

Analisis Faktor di Balik Fenomena Doom Spending

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Management and Islamic Finance pada 26 Desember 2025 mencoba mengupas fenomena ini melalui judul "Doom Spending Among Generation Z: An Analysis of Impulsive Buying Behavior on E-Commerce Platforms.". Penelitian ini menemukan bahwa perilaku doom spending sangat dipengaruhi oleh dorongan emosional yang kuat serta adanya tekanan sosial yang signifikan dari lingkungan sekitar.

Bagi Generasi Z, aktivitas belanja bukan lagi sekadar upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok, melainkan sudah bergeser menjadi bentuk hiburan dan sarana partisipasi sosial. Keinginan untuk melakukan pembelian secara spontan sering kali dipicu oleh upaya mengejar kesenangan sesaat atau hasrat untuk tetap relevan dengan tren terbaru yang sedang berkembang.

Kecepatan arus informasi di media sosial turut andil dalam membuat Generasi Z menjadi sangat responsif terhadap berbagai pengaruh yang datang dari lingkungan digital mereka. Akibatnya, keputusan untuk membeli sesuatu tidak selalu melibatkan pertimbangan rasional yang matang, melainkan lebih didominasi oleh faktor emosi dan kebutuhan akan koneksi sosial.

Pentingnya Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri

Para penulis dalam studi tersebut menekankan pentingnya peningkatan kesadaran di kalangan anak muda untuk mengelola perilaku konsumsi mereka dengan lebih bijaksana dan terencana. Literasi keuangan bagi mereka harus mencakup kemampuan merencanakan anggaran, memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta kemampuan mengelola dorongan emosional saat berbelanja.

Selain pengetahuan teknis, pelatihan soft skill seperti pengendalian diri dan teknik pengambilan keputusan yang reflektif dianggap sangat membantu Generasi Z dalam menahan keinginan belanja impulsif. Upaya ini bertujuan agar mereka terhindar dari kerugian finansial jangka panjang yang dapat mengancam stabilitas ekonomi pribadi mereka di masa depan.

Dengan membekali Generasi Z melalui berbagai keterampilan manajemen keuangan tersebut, diharapkan mereka dapat bertransformasi menjadi konsumen yang lebih kritis dan sadar saat melakukan aktivitas belanja. Kesadaran ini menjadi kunci utama agar fenomena doom spending tidak lagi mendominasi gaya hidup mereka sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi