Banyak pemilik hewan peliharaan sering kali terkejut melihat reaksi anjing mereka saat sedang mengalami kesulitan. Anjing cenderung mendekat dan memperhatikan seolah-olah memahami bahwa pemiliknya membutuhkan bantuan segera.
Penelitian terbaru mengungkapkan fakta menarik bahwa perilaku anjing saat membantu manusia ternyata sangat mirip dengan tingkah laku balita. Fenomena ini memberikan sudut pandang baru mengenai kecerdasan emosional hewan peliharaan tersebut.
Temuan Unik Perilaku Prososial Anjing
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Animal Behaviour pada Maret 2026 menyoroti kemiripan respons antara anjing dan anak usia dini. Penelitian tersebut menemukan bahwa anjing secara spontan akan memberikan petunjuk atau mengambilkan barang yang sedang dicari pemiliknya.
Para ilmuwan menilai tindakan ini bukan sekadar respons terhadap benda yang bergerak atau menarik. Perilaku ini dikategorikan sebagai tindakan prososial, di mana subjek menolong pihak lain tanpa mengharapkan imbalan langsung.
Para peneliti menggunakan metode eksperimen untuk melihat sejauh mana inisiatif bantuan ini muncul secara alami. Berikut adalah beberapa poin utama yang ditemukan dalam eksperimen tersebut:
Poin penting hasil pengamatan peneliti terhadap anjing dan balita:
- Anjing menunjukkan bantuan dengan cara menatap bergantian antara objek yang hilang dan pemiliknya.
- Lebih dari 75 persen balita usia 18 hingga 24 bulan dan anjing menunjukkan respons membantu yang serupa.
- Anjing bersedia membantu meskipun benda yang dicari tidak memiliki nilai penting bagi mereka, seperti spons cuci piring.
- Tindakan menolong tetap dilakukan meskipun anjing tidak mendapatkan imbalan atau hadiah makanan.
Melitta Csepregi, salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini mengonfirmasi akurasi metode yang mereka gunakan. Konsistensi hasil pada anak-anak memperkuat bukti adanya keinginan membantu pada anjing.
Perbandingan Perilaku dengan Kucing
Studi ini juga melibatkan kucing sebagai perbandingan untuk melihat perbedaan sifat sosial antar hewan peliharaan. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara perilaku anjing dan kucing dalam situasi yang sama.
Kucing cenderung menunjukkan rasa tertarik pada situasi yang sedang terjadi namun sangat jarang tergerak untuk memberikan bantuan. Respons kucing baru akan muncul secara aktif apabila benda yang disembunyikan adalah sesuatu yang mereka inginkan, seperti makanan atau mainan.
Perbedaan perilaku yang mencolok ini dirangkum dalam tabel perbandingan berikut berdasarkan latar belakang evolusi masing-masing hewan:
Perbandingan karakteristik sosial dan respons bantuan antara anjing dan kucing:
| Kriteria | Anjing | Kucing |
|---|---|---|
| Sifat Dasar | Hewan sosial komunal | Makhluk soliter (mandiri) |
| Inisiatif Membantu | Sangat tinggi dan spontan | Sangat rendah tanpa insentif |
| Motivasi Utama | Hubungan kerja sama | Keuntungan pribadi (makanan/perlindungan) |
Data tersebut menunjukkan bahwa sejarah evolusi memegang peranan penting dalam cara kedua hewan ini berinteraksi dengan manusia. Anjing telah berevolusi selama ribuan tahun untuk hidup dalam hubungan yang saling menguntungkan dengan manusia.
Sebaliknya, nenek moyang kucing lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di alam liar sebelum akhirnya mendekati pemukiman manusia. Faktor sejarah inilah yang membuat anjing memiliki naluri membantu yang lebih kuat, mirip dengan pola asuh dan empati pada manusia.