Rifaldy Fajar Minta Maaf ke UMB, Janji Tarik Riset Palsu yang Viral 2026

Rifaldy Fajar Minta Maaf ke UMB, Janji Tarik Riset Palsu yang Viral 2026
Foto: Rifaldy Fajar Minta Maaf ke UMB, Janji Tarik Riset Palsu yang Viral 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rifaldy Fajar secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) terkait isu riset palsu. Permintaan maaf ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB pada Rabu (3/6).

Ia mengakui kesalahan besar karena telah mencatut nama institusi tersebut tanpa izin atau konfirmasi sebelumnya. Rifaldy menyadari tindakannya telah merugikan nama baik universitas dalam kancah penelitian ilmiah.

Kronologi Pencatutan Nama dan Afiliasi

Dalam abstrak yang dikirimkan ke berbagai konferensi internasional, Rifaldy mencantumkan nama Elfiany Syafruddin dengan afiliasi UMB. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa Elfiany sebenarnya adalah ibu kandung Rifaldy yang sama sekali tidak terlibat dalam riset tersebut.

Rifaldy menjelaskan bahwa ibunya tidak mengetahui namanya digunakan dalam dokumen riset tersebut. Ia secara sepihak menyertakan nama orang tuanya sekaligus menghubungkannya dengan Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

Berikut adalah beberapa poin utama pengakuan Rifaldy Fajar terkait manipulasi data tersebut:

  • Motivasi Kolaborasi: Mencatut nama pihak lain agar penelitian terlihat seolah-olah melibatkan banyak kolaborator.
  • Departemen Fiktif: Menggunakan nama Departemen Computer Science di UMB, padahal jurusan tersebut tidak ada di universitas itu.
  • Tujuan Penguatan: Menggunakan nama institusi dan individu lain agar bobot riset terlihat lebih kuat dan meyakinkan.
  • Kurangnya Konfirmasi: Melakukan seluruh tindakan tersebut tanpa berkomunikasi dengan pihak UMB maupun ibunya sendiri.

Tindakan ini dilakukan semata-mata untuk memberikan kesan profesionalitas pada karya ilmiah yang ia ajukan. Rifaldy kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap melanggar etika akademis tersebut.

Langkah Penarikan Karya Ilmiah

Sebagai bentuk tanggung jawab, Rifaldy saat ini tengah berupaya menarik kembali seluruh abstrak yang sempat terbit di berbagai platform. Ia mengaku telah menghubungi panitia konferensi untuk membatalkan publikasi riset palsu tersebut.

Hingga kini, sudah ada dua penyelenggara konferensi internasional yang memberikan respons positif atas pengajuan penarikan karyanya. Rifaldy berkomitmen untuk terus memantau proses ini hingga tuntas.

Status penarikan karya Rifaldy Fajar dapat diringkas dalam tabel berikut:

Status Penarikan Keterangan Detail
Jumlah Respons Dua konferensi telah memberikan tanggapan resmi.
Tantangan Beberapa abstrak sudah terbit sejak tahun 2024.
Target Utama Menghapus seluruh afiliasi palsu dari database internasional.

Meskipun upaya penarikan sedang berjalan, Rifaldy mengaku belum bisa memastikan apakah semua karya tersebut dapat dihapus sepenuhnya. Hal ini dikarenakan beberapa publikasi sudah beredar cukup lama dalam arsip digital konferensi.

Dampak Luas pada Citra Peneliti

Kasus ini mencuri perhatian publik, termasuk dari pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Muncul kekhawatiran bahwa skandal riset fiktif seperti ini dapat memberikan stigma negatif bagi komunitas peneliti Indonesia di mata dunia.

Pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga sempat memberikan pernyataan terkait status Rifaldy sebagai alumni mereka. Mereka menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Rifaldy merupakan tindakan individu dan tidak mencerminkan nilai-nilai almamaternya.

Artikel terkait

Rekomendasi