Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Alumnus Unsoed yang Kini Banyak Dicari 2026

Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Alumnus Unsoed yang Kini Banyak Dicari 2026
Foto: Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Alumnus Unsoed yang Kini Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini dilakukan untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Dadan Hindayana.

Kabar mengenai pergantian jabatan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Selasa (2/6/2026). Langkah strategis tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Latar Belakang Penunjukan Kepala BGN Baru

Menurut Prasetyo Hadi, Presiden terus memperhatikan aspirasi dari kementerian terkait hingga warga yang menerima manfaat program negara. Hal ini dilakukan demi memastikan kualitas gizi masyarakat dapat meningkat secara signifikan melalui manajemen yang lebih baik.

Salah satu fokus utama badan ini adalah mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran. Kehadiran Nanik diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pelaksanaan program tersebut di seluruh Indonesia.

Riwayat Pendidikan Nanik S. Deyang

Nanik S. Deyang merupakan tokoh kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Masa pendidikan sekolahnya banyak dihabiskan di tanah kelahirannya sebelum akhirnya merantau untuk kuliah.

Ia tercatat sebagai alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto. Nanik menuntaskan pendidikan sarjananya di Fakultas Biologi pada universitas negeri tersebut.

Kiprah Profesional di Dunia Jurnalistik dan Bisnis

Sebelum terjun ke pemerintahan, Nanik memiliki rekam jejak yang panjang di dunia media. Ia mengawali kariernya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari grup Kompas Gramedia.

Kemampuannya di bidang media membawanya menduduki berbagai posisi strategis di sektor penerbitan. Berikut adalah beberapa posisi penting yang pernah ia emban di industri media:

  • Pemimpin Umum: Percetakan majalah khusus "Femme".
  • Direktur Utama: Tabloid "Info Kecantikan".
  • Komisaris: Tabloid "Info Kuliner", "Peluang Usaha", dan "The Politic".
  • Pemimpin Media: Kelompok Media Peluang (KMP).

Daftar pengalaman di atas menunjukkan kapasitas Nanik dalam mengelola organisasi dan komunikasi publik secara profesional. Pengalaman ini menjadi modal penting baginya dalam menjalankan tugas barunya di Badan Gizi Nasional.

Transformasi Karier ke Bidang Politik dan Pemerintahan

Jiwa kritis Nanik sebagai mantan wartawan kemudian disalurkan melalui kegiatan sosial dan politik. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang didirikan oleh Prabowo Subianto.

Dalam kancah politik nasional, Nanik berperan aktif sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur pada Pilpres 2019. Loyalitas dan kinerjanya membuat ia terus dipercaya dalam berbagai posisi strategis pemerintah.

Perjalanan jabatan Nanik di lembaga pemerintahan dan perusahaan negara dapat dilihat pada tabel berikut:

Jabatan Instansi/Organisasi
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero)
Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik Badan Gizi Nasional (BGN)
Kepala (Saat Ini) Badan Gizi Nasional (BGN)

Tabel ini merangkum transisi karier Nanik dari sektor korporasi hingga akhirnya memimpin lembaga gizi negara. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sebelum akhirnya resmi didefinisikan sebagai pimpinan tertinggi di lembaga tersebut.

Kini, publik menanti terobosan baru dari alumnus Biologi Unsoed ini dalam menangani isu stunting dan pemenuhan gizi nasional. Amanah baru ini menempatkan Nanik di posisi krusial untuk mensukseskan agenda besar pemerintah di bidang kesehatan.

Artikel terkait

Rekomendasi