Daftar 11 Prodi yang Paling Banyak Ditutup pada 2026, Ada Jurusan Favorit?

Daftar 11 Prodi yang Paling Banyak Ditutup pada 2026, Ada Jurusan Favorit?
Foto: Daftar 11 Prodi yang Paling Banyak Ditutup pada 2026, Ada Jurusan Favorit?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat sebanyak 122 program studi (prodi) resmi ditutup sepanjang tahun 2026. Penutupan ini dilakukan berdasarkan usulan langsung dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) penyelenggara.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa terdapat 11 prodi yang paling mendominasi daftar penutupan tersebut. Menariknya, dari daftar prodi terbanyak yang dihapus, tidak ada satupun yang berasal dari rumpun ilmu pendidikan.

Informasi tersebut disampaikan Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Rabu (3/6/2026). Ia menegaskan bahwa tren penutupan ini merupakan bagian dari evaluasi internal kampus.

Daftar Program Studi dengan Penutupan Terbanyak

Berikut adalah daftar beberapa program studi yang mencatatkan angka penutupan paling tinggi selama tahun 2026:

  • D3 Kebidanan
  • D3 Manajemen Informatika
  • D3 Akuntansi
  • D3 Teknik Komputer
  • S1 Manajemen Retail
  • D3 Keuangan dan Perbankan
  • D3 Keperawatan
  • S1 Matematika

Daftar di atas menunjukkan bahwa mayoritas program yang ditutup berada pada jenjang Diploma 3 (D3). Penutupan ini mencerminkan dinamika perubahan kebutuhan pendidikan vokasi di Indonesia.

Alasan di Balik Penghapusan Program Studi

Brian Yuliarto menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama dihapusnya prodi tersebut adalah penurunan jumlah mahasiswa yang signifikan. Selain itu, banyak kampus memilih untuk mengganti program lama dengan pilihan yang dianggap lebih menarik bagi calon mahasiswa.

Sebagai contoh, beberapa perguruan tinggi memutuskan untuk menutup program studi Matematika dan menggantinya dengan Aktuaria. Langkah ini diambil agar kurikulum yang ditawarkan lebih relevan dengan tren pasar kerja saat ini.

Ringkasan faktor penyebab penutupan prodi berdasarkan penjelasan Mendiktisaintek:

Faktor Utama Penjelasan Singkat
Jumlah Mahasiswa Terjadi penurunan peminat atau kuota mahasiswa tidak terpenuhi.
Transformasi Prodi Kampus mengganti prodi lama dengan yang lebih inovatif (Contoh: Matematika ke Aktuaria).
Penyesuaian Substansi Perubahan fokus ilmu, seperti Teknik Elektro berkembang menjadi AI atau Robotika.
Sanksi Akademik Penutupan akibat adanya pelanggaran berat yang dilakukan penyelenggara.

Tabel di atas merangkum alasan-alasan fundamental mengapa sebuah program studi akhirnya harus dihentikan operasionalnya oleh pihak kementerian.

Bukan Penutupan, Melainkan Evolusi Keilmuan

Mendiktisaintek juga meluruskan isu terkait kebijakan penyesuaian dengan kebutuhan industri. Ia menyatakan bahwa fokus kementerian bukanlah menutup prodi secara sepihak, melainkan mendorong pengembangan substansi keilmuan.

Brian mencontohkan bagaimana jurusan Teknik Elektro kini banyak berevolusi menjadi bidang yang lebih spesifik seperti machine learning atau robotika. Hal ini dianggap sebagai bentuk adaptasi terhadap kemajuan teknologi yang sangat cepat.

Pihak kementerian senantiasa meminta badan koordinasi program studi untuk melakukan evaluasi rutin setiap tiga atau empat tahun sekali. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan perkembangan keilmuan tetap optimal dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai langkah administratif, Kemdiktisaintek hanya akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) penutupan jika ada usulan resmi dari pihak kampus. Keputusan ini diambil untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi nasional tetap kompetitif.

Artikel terkait

Rekomendasi