Edukasi Digital Jadi Kunci: Hanya 4% Warga ke Dokter Gigi, Simak Faktanya!

Edukasi Digital Jadi Kunci: Hanya 4% Warga ke Dokter Gigi, Simak Faktanya!
Foto: Edukasi Digital Jadi Kunci: Hanya 4% Warga ke Dokter Gigi, Simak Faktanya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mengungkapkan bahwa 96% penduduk Indonesia tidak mengunjungi dokter gigi, dan hanya 2,8% yang menyikat gigi dengan benar. Untuk mengatasi masalah ini, Pepsodent memperkenalkan TeethTalk Academy pada Maret 2026. Program tersebut dirancang untuk melatih tenaga kesehatan dalam menciptakan konten edukasi digital yang menarik dan sesuai.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mengubah pandangan masyarakat agar tidak takut terhadap perawatan gigi. Tingkat kesadaran akan kesehatan gigi di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, minimnya kunjungan ke dokter gigi disebabkan oleh kurangnya informasi jelas dan ketakutan berlebih.

Merespons situasi ini, metode edukasi tradisional perlu berkembang untuk mengikuti tren terbaru. Pepsodent, dalam kolaborasinya dengan Omnicom Advertising untuk Unilever, menghadirkan TeethTalk Academy for Dentfluencers. Program ini dirancang untuk para dokter gigi dan pegiat kesehatan untuk memahami cara menyampaikan informasi secara tepat di era digital.

Program ini menyasar dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, hingga pegiat kesehatan mulut. Mereka dibekali pengetahuan klinis dan keterampilan memproduksi konten digital, mulai dari pengembangan ide, teknik produksi, hingga personal branding. Workshop pertama yang diadakan pada Maret 2026 menghadirkan Dr. Milad Shadrooh serta kreator lokal seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco.

Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, menyatakan bahwa peranan dokter gigi sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. "Di era digital, komunikasi menarik membuat informasi berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau banyak orang. Melalui TeethTalk Academy, kami ingin membantu dokter gigi membangun komunikasi yang lebih mengesankan," ujarnya.

Dr. Milad Shadrooh, yang dikenal sebagai The Singing Dentist, juga menambahkan bahwa ketakutan masyarakat sering kali disebabkan oleh persepsi yang salah. Menurutnya, "Media sosial merupakan kesempatan besar bagi dokter gigi untuk mengubah pandangan masyarakat. Pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami bisa mengubah cara pandang tentang perawatan gigi."

TeethTalk Academy memainkan peran penting dalam membantu profesional kesehatan membangun kembali kepercayaan dan koneksi dengan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Program ini juga menjadi inovasi Pepsodent dalam memajukan misinya sebagai penggerak percakapan kesehatan gigi yang lebih relevan secara budaya.

Rencananya, TeethTalk Academy akan diperluas ke beberapa wilayah di Indonesia dan pasar regional lainnya. Tujuannya adalah membangun komunitas "dentfluencer" yang mampu menyebarluaskan konten edukasi yang berkualitas. Seiring dengan meningkatnya pengaruh media sosial, kehadiran informasi terpercaya makin penting.

Dengan pendekatan ini, diharapkan edukasi kesehatan gigi tidak lagi dianggap menakutkan atau membingungkan, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan merubah perilaku masyarakat secara berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan gigi dan mulut di Indonesia secara signifikan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi