Turunkan Berat Badan 114 Kg Tanpa Ribet, Pria Ini Lawan Pradiabetes dengan Cara Mengejutkan!

Turunkan Berat Badan 114 Kg Tanpa Ribet, Pria Ini Lawan Pradiabetes dengan Cara Mengejutkan!
Foto: Turunkan Berat Badan 114 Kg Tanpa Ribet, Pria Ini Lawan Pradiabetes dengan Cara Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Matthew Bickel, pria berusia 45 tahun, pernah hampir menyerah dengan bobot tubuhnya yang mencapai lebih dari 226 kg. Selama bertahun-tahun, berat badannya terus naik hampir setengah kilogram setiap bulan. Gaya hidup yang kurang sehat membuatnya mengonsumsi satu loyang besar pizza, enam kaleng soda, dan porsi makanan penutup yang besar dalam sekali duduk. Namun, sebuah diagnosis pradiabetes membangkitkan kesadarannya untuk segera berubah.

"Seumur hidup saya kelebihan berat badan. Bahkan ketika bermain untuk tim sepak bola Universitas Baylor, saya adalah yang terbesar dengan berat 158 kg," kenang Matthew. Dia bercerita, setelah berhenti dari dunia olahraga, berat tubuhnya menjadi tidak terkontrol. Memasuki usia 30, angka timbangan menunjukkan 241 kg, akibat pelarian emosionalnya ke makanan yang berujung kecanduan.

Titik balik terjadi saat dia menyadari betapa buruk kondisi kesehatannya. Ia terkejut saat dokter menyatakan dirinya di tahap pradiabetes. "Rasanya seperti jantung saya hampir meledak. Jika tidak berubah, saya mungkin akan mati," katanya. Ketakutan ini memotivasinya untuk mengubah hidupnya.

Langkah awal Matthew sederhana, rutin berjalan kaki dan mendaki gunung. Dia mengeliminasi minuman manis, hanya meminum air putih dan belajar memasak makanan sehat. Lingkungan pertemanan positif juga membantunya tetap konsisten. Dia pun kembali ke gym dan menikmati olahraga CrossFit, bersepeda, serta lari. Kombinasi ini berhasil memangkas 45 kg dalam waktu kurang dari enam bulan.

Meski awalnya cepat, proses penurunan berikutnya memakan waktu cukup lama. Butuh tiga hingga empat tahun untuk mengikis sisa lemak. Setelah 15 tahun berusaha, Matthew kehilangan 114 kg berat badannya. Melalui Instagram, ia kerap membagikan perjalanan transformasinya ini. "Yang terbaik, sekarang saya bisa mengenakan 'pakaian keren'," ungkapnya, merujuk pada kebebasan dari baju ukuran 4XL yang pilihan modelnya sangat terbatas.

Kecintaannya pada kebugaran membawanya ke target baru yang lebih ekstrem. Pada Agustus 2026, ia akan mengikuti kompetisi 'Life Time Leadville Trail 100', ultramaraton sejauh 160 km di Pegunungan Rocky. Untuk ini, Matthew berlatih intensif 15-20 jam setiap minggu. Di akhir ceritanya, ia berbagi bahwa kunci dari kesuksesan ini adalah belajar mencintai diri sendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi