PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK), salah satu pemain utama di sektor alat kesehatan, saat ini sedang giat menjajaki kemitraan dengan berbagai perusahaan berskala global. Langkah strategis ini dilakukan untuk memboyong teknologi pendeteksi Hantavirus ke pasar Indonesia.
Inisiatif tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kewaspadaan masyarakat internasional terhadap ancaman penyebaran virus tersebut. Perusahaan berupaya memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan domestik dalam menghadapi risiko penularan yang lebih luas.
Upaya Ekspansi dan Kolaborasi Global
Direktur Utama PT Diastika Biotekindo Tbk., F.X Yoshua R, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang berada dalam tahap komunikasi yang intensif. Komunikasi ini melibatkan sejumlah pemegang merek besar di tingkat global guna pengadaan perangkat medis khusus.
Yoshua menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan resmi pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menegaskan komitmen perseroan untuk menghadirkan solusi diagnostik Hantavirus yang mumpuni di tanah air.
“Kami tengah berdiskusi secara mendalam dengan beberapa produsen merek dunia untuk bekerja sama mendatangkan alat kesehatan pemeriksaan Hantavirus,” ujar Yoshua. Upaya ini merupakan bentuk respons cepat terhadap dinamika kesehatan yang berkembang di luar negeri.
Langkah ekspansi tersebut didorong oleh peringatan yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia. Fokus global terhadap Hantavirus memang kian tajam setelah adanya temuan kasus baru yang cukup mengkhawatirkan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebelumnya telah memberikan peringatan penting. Ia mengonfirmasi adanya tanda-tanda infeksi Hantavirus di sebuah kapal pesiar yang memiliki risiko penularan antarmanusia.
Dukungan Pemerintah dan Teknologi Diagnostik
Di level nasional, pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah mengambil langkah preventif. Pemerintah saat ini tengah memperketat sistem pengawasan atau surveilans kesehatan di berbagai titik pintu masuk.
Selain memperketat surveilans, panduan mengenai penyaringan atau skrining kesehatan secara menyeluruh juga sedang disiapkan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya potensi penyebaran virus ke wilayah kedaulatan Indonesia.
Persiapan teknologi yang telah disiagakan oleh CHEK mencakup berbagai metode berikut:
- Pemeriksaan molekuler dan PCR untuk mendeteksi material genetik dari virus secara akurat.
- Teknologi genomic sequencing guna memantau kemungkinan adanya pergeseran atau mutasi pada strain virus.
- Penerapan sistem pemeriksaan berbasis immunoassay serta serologi untuk mendeteksi respons antibodi.
Seluruh sistem pendukung diagnostik tersebut disiapkan untuk memperkuat sistem deteksi dini nasional. CHEK memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur teknis yang siap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.
Yoshua menambahkan bahwa diversifikasi ke arah produk zoonotik (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) adalah kebutuhan mendesak. Hantavirus dikenal memiliki kemampuan mutasi yang cukup tinggi dan dapat memicu komplikasi sistemik dengan cepat.
Kondisi ini membuat permintaan terhadap alat diagnostik berbasis genomik dan molekuler diprediksi akan terus tumbuh. Penguatan sistem deteksi dini kini menjadi prioritas tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.
Capaian Kinerja Keuangan Perseroan
Di balik langkah ekspansinya, CHEK juga menunjukkan performa bisnis yang cukup impresif sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan ini salah satunya dipacu oleh keberhasilan distribusi pada lini produk genomic sequencing.
Berikut adalah ringkasan data keuangan PT Diastika Biotekindo Tbk. sepanjang tahun 2025:
| Kategori Kinerja | Nilai Capaian |
|---|---|
| Pendapatan Tahunan 2025 | Rp201,30 Miliar |
| Pertumbuhan (YoY) | 30,04% |
| Kontribusi Diagnostik Klinis | Rp142,19 Miliar |
| Kontribusi Life Science | Rp59,11 Miliar |
Data keuangan tersebut menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp154,79 miliar. Sektor diagnostik klinis masih memegang peranan terbesar sebagai motor penggerak pendapatan perusahaan.
Segmen life science juga tidak kalah bersinar dengan mencatatkan kontribusi yang terus berkembang. Hal ini mencerminkan strategi diversifikasi produk yang dilakukan perusahaan berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Keberhasilan finansial pada periode sebelumnya memberikan modal kepercayaan diri bagi CHEK untuk melakukan investasi lebih lanjut pada alat kesehatan zoonotik. Kesiapan finansial ini mendukung ambisi perusahaan dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional.
Secara keseluruhan, strategi yang diambil oleh PT Diastika Biotekindo Tbk. mencerminkan keselarasan antara tujuan bisnis dan tanggung jawab sosial. Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dengan penyediaan solusi kesehatan yang relevan bagi masyarakat.
Dengan penjajakan kerja sama global ini, CHEK berharap dapat segera merealisasikan ketersediaan alat deteksi Hantavirus. Langkah tersebut akan memperkokoh posisi perseroan sebagai emiten alat kesehatan yang responsif terhadap isu kesehatan publik dunia.