Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan terkemuka asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang lebih akrab disapa Mama Sinta, memberikan klarifikasi tegas mengenai kabar yang beredar tentang dirinya. Beliau membantah keras segala tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya telah menjadi korban intimidasi oleh pihak aparat keamanan atau TNI.
Klarifikasi ini muncul setelah merebaknya isu yang mengklaim bahwa Mama Sinta ditekan oleh pihak tertentu terkait perjalanannya menuju ibu kota. Dengan tegas, Mama Sinta menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Jakarta merupakan inisiatif pribadi yang didasari oleh keinginan sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Mama Sinta menyatakan bahwa seluruh akomodasi dan biaya perjalanan yang ia gunakan berasal dari kantong pribadinya sendiri. Hal ini ia lakukan demi satu tujuan utama, yakni memperjuangkan keadilan atas penggunaan identitasnya tanpa izin dalam sebuah karya film.
Persoalan ini bermula dari kemunculan wajah Mama Sinta dalam film dokumenter yang memiliki judul Pesta Babi. Beliau merasa keberatan karena wajahnya ditampilkan dalam karya tersebut tanpa adanya komunikasi atau persetujuan resmi dari dirinya terlebih dahulu.
Bantahan Terhadap Narasi di Media Sosial
Penjelasan resmi ini disampaikan Mama Sinta untuk merespons berbagai narasi yang berkembang luas di platform media sosial. Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan dari akun media lokal @laolao_papua yang menyebarkan informasi tidak akurat mengenai kondisinya.
Akun tersebut sebelumnya menyebutkan bahwa Mama Sinta telah dijemput secara paksa oleh pihak tertentu untuk dibawa ke Jakarta. Selain itu, beredar pula rumor yang mengatakan bahwa fasilitas perjalanan beliau didukung sepenuhnya oleh pihak PT Jhonlin Group.
Berikut adalah beberapa poin utama yang ditegaskan oleh Mama Sinta dalam keterangannya :
- Seluruh biaya transportasi dari Papua hingga ke Jakarta ditanggung secara mandiri tanpa bantuan pihak luar.
- Keberangkatan tersebut menggunakan maskapai penerbangan komersial biasa, sama seperti penumpang pada umumnya.
- Tidak ada keterlibatan armada atau fasilitas milik pengusaha tertentu dalam proses mobilisasi beliau.
- Pihak aparat TNI tidak melakukan penjemputan paksa maupun tindakan intimidasi dalam bentuk apa pun.
Poin-poin tersebut disampaikan langsung oleh Mama Sinta untuk mematahkan spekulasi yang dianggapnya dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Beliau berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumber kebenarannya.
"Informasi itu sama sekali tidak benar. Saya menggunakan pesawat reguler bersama penumpang lainnya," ungkap perempuan berusia 62 tahun tersebut pada Minggu (31/5). Pernyataan ini sekaligus menepis kabar miring mengenai moda transportasi yang ia gunakan.
Mama Sinta juga secara khusus membantah keterlibatan helikopter milik pengusaha Haji Isam dalam perjalanannya dari Merauke maupun Boven Digoel. "Itu semua bohong, itu hanya provokasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tambahnya dengan nada kecewa.
Menegaskan Kemandirian dan Harga Diri
Lebih lanjut, pejuang lingkungan ini mengklarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki relasi bisnis maupun pertemuan pribadi dengan Haji Isam. Segala spekulasi yang menghubungkan perjalanannya dengan pihak swasta tersebut dipastikan adalah informasi palsu atau hoaks.
Mama Sinta merinci rute perjalanannya yang dimulai secara mandiri dari wilayah Wanam menuju Merauke. Setelah itu, beliau melanjutkan penerbangan ke Jayapura sebelum akhirnya mendarat di Jakarta untuk mengurus persoalan hukumnya.
Terkait tudingan adanya tekanan dari militer, Mama Sinta menegaskan bahwa kehadirannya di Jakarta murni didorong oleh niat pribadi. Ia merasa heran mengapa banyak pihak yang justru merasa keberatan dengan keputusannya mencari keadilan secara sah.
"TNI sama sekali tidak menjemput atau mengintimidasi saya. Mengapa pihak lain justru yang sibuk mempermasalahkan keberadaan saya?" tuturnya. Baginya, langkah ini adalah bentuk perjuangan untuk menjaga harga diri dan martabat sebagai warga negara.
Tabel berikut merangkum poin klarifikasi Mama Sinta terkait fakta dan rumor yang beredar :
| Kategori Informasi | Klarifikasi Mama Sinta |
|---|---|
| Sumber Pembiayaan | Biaya pribadi, bukan dari perusahaan atau pihak ketiga. |
| Moda Transportasi | Pesawat penumpang reguler, bukan helikopter swasta. |
| Peran Aparat (TNI) | Tidak ada intimidasi maupun penjemputan paksa. |
| Tujuan Utama | Menuntut hak atas penggunaan wajah di film Pesta Babi. |
Melalui data tersebut, terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan signifikan antara realitas yang dialami Mama Sinta dengan isu yang berkembang di jagat maya. Beliau menegaskan bahwa langkahnya ini murni merupakan persoalan hak asasi individu.
Mama Sinta secara khusus meminta publik agar tidak mencampuradukkan masalah pribadinya dengan isu pembangunan atau Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, kedua hal tersebut sama sekali tidak berkaitan dan harus dipandang secara terpisah.
Fokus utama Mama Sinta saat ini adalah meminta pertanggungjawaban dari pembuat film dokumenter Pesta Babi yang telah menggunakan dokumentasi wajahnya. Beliau merasa sangat dirugikan karena wajahnya terus-menerus muncul dalam berbagai pemutaran film tanpa adanya izin tertulis.
Kondisi ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap kehormatannya sebagai tokoh adat perempuan yang memiliki kedaulatan atas dirinya sendiri. "Saya datang ke Jakarta karena ini menyangkut harga diri saya yang telah dipermalukan," tegas Mama Sinta menutup penjelasannya.