Pendaratan rombongan jemaah haji asal Indonesia untuk fase gelombang kedua di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kini dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat bahwa intensitas kedatangan ini seiring dengan kebijakan pemberangkatan jemaah yang langsung diarahkan menuju Makkah untuk rangkaian ibadah berikutnya.
Berdasarkan data resmi hingga hari Minggu, tepatnya pada tanggal 10 Mei 2026, tercatat sebanyak 47 kelompok terbang atau kloter telah mendarat dengan selamat di tanah suci melalui gerbang Jeddah. Total personel yang telah tiba tersebut mencakup angka 17.861 orang jemaah haji serta didampingi oleh 189 orang petugas yang siap melayani kebutuhan mereka di lapangan.
Imbauan Disiplin Ihram dari Kemenhaj
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, secara khusus memberikan peringatan dan edukasi kepada seluruh jemaah yang masuk dalam kategori gelombang kedua ini. Beliau menekankan agar para jemaah sudah mengenakan pakaian ihram sejak masih berada di embarkasi masing-masing di Tanah Air sebelum pesawat lepas landas.
Langkah preventif ini diambil guna memberikan ketenangan bagi para jemaah saat mereka harus mengambil miqat atau niat ihram ketika berada di atas pesawat saat melintasi wilayah Yalamlam. Ichsan menjelaskan bahwa kesiapan berpakaian ihram sangat krusial mengingat jemaah gelombang kedua ini akan langsung menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah wajib setibanya di Arab Saudi.
Kepatuhan terhadap tata cara berpakaian serta prosedur ihram ini dinilai sebagai elemen vital dalam memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah serta menjaga ketertiban operasional haji tahun ini. Pemerintah juga secara tegas meminta kepada setiap individu jemaah agar senantiasa mematuhi arahan dari para petugas selama durasi perjalanan yang ditempuh.
Data Operasional dan Keberangkatan Haji
Hingga memasuki hari ke-20 penyelenggaraan ibadah haji, secara umum seluruh tahapan operasional untuk jemaah asal Indonesia diklaim masih berjalan dengan sangat lancar dan terkendali. Secara akumulatif, terdapat 323 kloter yang telah diberangkatkan menuju Arab Saudi dengan komposisi jemaah mencapai 125.243 orang dan 1.289 orang petugas pelaksana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter atau setara dengan 78.946 orang jemaah sudah berada di kota suci Makkah untuk menyelesaikan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji. Berikut adalah rincian data keberangkatan dan kedatangan jemaah haji yang tercatat oleh pihak otoritas terkait:
| Kategori Jemaah | Jumlah Kloter | Total Jemaah | Total Petugas |
|---|---|---|---|
| Jemaah Gelombang II (Jeddah) | 47 | 17.861 | 189 |
| Total Berangkat (Nasional) | 323 | 125.243 | 1.289 |
| Telah Tiba di Makkah | 204 | 78.946 | - |
| Jemaah Haji Khusus | - | 3.266 | - |
Selain kelompok jemaah reguler, tercatat pula sebanyak 3.266 jemaah yang tergabung dalam program haji khusus telah mendarat di wilayah Arab Saudi. Mereka pun dilaporkan sudah mulai menjalankan agenda serta rangkaian ibadah sesuai dengan jadwal perjalanan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak penyelenggara.
Komitmen Layanan dan Legalitas
Ichsan Marsha memastikan bahwa seluruh fasilitas dasar mulai dari sektor akomodasi penginapan, konsumsi harian, moda transportasi, hingga layanan kesehatan telah tersedia secara optimal. Petugas pembinaan ibadah juga terus melakukan pendampingan secara melekat guna menjamin kualitas ibadah para jemaah tetap terjaga dengan baik sesuai syariat.
Beliau kembali menegaskan bahwa kunci utama dari kelancaran penyelenggaraan haji yang aman dan tertib adalah kedisiplinan jemaah dalam mengikuti aturan yang berlaku. Hal ini termasuk kewajiban menggunakan visa haji resmi yang diterbitkan pemerintah serta ketegasan dalam mematuhi ketentuan waktu pengenaan pakaian ihram.
Pernyataan ini ditutup dengan harapan agar seluruh elemen, baik jemaah maupun petugas, dapat bersinergi dalam mewujudkan ikhtiar bersama demi suksesnya pelaksanaan haji tahun 2026. Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan seluruh prosesi mulai dari kedatangan hingga puncak haji nanti dapat terlaksana tanpa kendala yang berarti.