Waskita Karya Salurkan Hewan Kurban dan Renovasi Masjid Besar Terbaru 2026

Waskita Karya Salurkan Hewan Kurban dan Renovasi Masjid Besar Terbaru 2026
Foto: Waskita Karya Salurkan Hewan Kurban dan Renovasi Masjid Besar Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menegaskan kepedulian sosial dan religiusnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pada momentum besar ini, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut telah menyiapkan hampir 100 ekor hewan kurban untuk dibagikan secara luas.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dengan warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek. Penyaluran hewan kurban tersebut dilakukan secara merata di berbagai wilayah Indonesia, mencakup area dari ujung Aceh hingga Papua.

Target penerima manfaat dari program ini adalah masyarakat yang berada di sekitar kantor pusat Jakarta serta warga di lokasi pembangunan strategis. Beberapa titik distribusi utama meliputi wilayah Sukabumi, Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Makassar, hingga Kalimantan Tengah.

Selain daerah-daerah tersebut, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi salah satu fokus utama dalam penyaluran hewan kurban tahun ini. Hal ini sejalan dengan banyaknya proyek pembangunan yang sedang dikerjakan oleh Waskita di wilayah pusat pemerintahan baru tersebut.

Standar Kesehatan Hewan dan Dampak Ekonomi Lokal

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa hewan kurban yang disalurkan terdiri dari puluhan ekor sapi dan kambing. Seluruh hewan tersebut dipastikan dalam kondisi sehat karena telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan resmi.

Ermy menekankan bahwa melalui kegiatan ini, Waskita ingin menanamkan nilai sosial yang mendalam di tengah proses pembangunan fisik. Baginya, berkurban bukan sekadar membagikan daging, melainkan manifestasi nyata dari rasa kasih sayang dan kebersamaan kepada sesama.

Program kurban ini juga dipandang sebagai cara efektif untuk menjaga keharmonisan antara proyek infrastruktur dengan keberlanjutan sosial masyarakat lokal. Dengan demikian, kehadiran Waskita Karya diharapkan mampu memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi lingkungan sekitarnya.

Dukungan Terhadap Ekonomi Daerah Melalui Peternak Lokal:

  • Perusahaan secara sengaja melibatkan para peternak lokal dalam pengadaan seluruh hewan kurban tahun ini.
  • Langkah strategis ini bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah tempat proyek dilaksanakan.
  • Melalui skema ini, Waskita turut mendukung keberlangsungan usaha kecil menengah di sektor peternakan dalam negeri.

Pola kerja sama dengan warga lokal ini membuktikan bahwa operasional perusahaan tidak hanya terfokus pada sisi teknis konstruksi semata. Sinergi ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara korporasi besar dengan pelaku ekonomi di tingkat akar rumput.

Kontribusi Waskita dalam Membangun Tempat Ibadah Ikonik

Sebagai perusahaan yang telah eksis lebih dari 65 tahun, reputasi Waskita tidak hanya terbatas pada pembangunan jalan tol atau gedung perkantoran. Perseroan juga memiliki rekam jejak yang panjang dalam membangun serta merenovasi sejumlah masjid besar di berbagai wilayah Indonesia.

Setidaknya terdapat lima masjid megah yang telah selesai dikerjakan dan kini menjadi pusat aktivitas ibadah umat Muslim. Masjid-masjid ini dirancang dengan kapasitas besar agar mampu menampung hingga ratusan ribu jemaah, terutama saat hari raya besar seperti Idul Adha.

Ermy menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas ibadah ini adalah bentuk kontribusi nyata perseroan dalam mendukung kehidupan beragama. Pihaknya berkomitmen menyediakan tempat ibadah yang tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kekhusyukan bagi pengunjung.

Dalam setiap proyek renovasi, tim ahli Waskita sangat memperhatikan detail konstruksi tanpa mengesampingkan aspek historis bangunan tersebut. Hal ini dilakukan agar nilai sejarah dan karakteristik arsitektur asli tetap terjaga meskipun telah mendapatkan sentuhan modernisasi.

Daftar Masjid Ikonik Hasil Karya Waskita Karya

Berikut adalah ringkasan proyek pembangunan dan renovasi masjid yang dilakukan oleh Waskita Karya:

Nama Masjid Lokasi Status Proyek Fitur & Kapasitas Utama
Masjid Istiqlal Jakarta Renovasi (2021) Penerapan teknologi Green Building yang ramah lingkungan.
Masjid Baiturrahman Aceh Renovasi Memiliki 12 payung raksasa dengan kapasitas 24 ribu jemaah.
Masjid Sheikh Zayed Solo Pembangunan Baru Hibah Uni Emirat Arab dengan ornamen batik kawung yang khas.
Masjid Al-Akbar Surabaya Renovasi (2022) Ikon religi Jawa Timur dengan daya tampung 45 ribu jemaah.
Masjid Baiturrahman Semarang Renovasi Arsitektur limasan Jawa dengan teknologi Building Automation System.

Tabel di atas menunjukkan keberagaman proyek religi yang ditangani Waskita dengan tetap mengedepankan kearifan lokal di setiap daerah. Teknologi yang digunakan juga memastikan bahwa bangunan masjid tersebut dapat dikelola secara lebih efisien dan modern.

Detail Keunggulan Arsitektur dan Teknologi

Renovasi Masjid Istiqlal menjadi salah satu proyek yang paling menonjol karena berhasil mengubah wajah masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Kini, Istiqlal tidak hanya tampak lebih megah, tetapi juga lebih efisien berkat konsep bangunan hijau yang diterapkan di seluruh area.

Sementara itu, pada renovasi Masjid Baiturrahman di Aceh, Waskita tetap menjaga desain yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Kehadiran 12 payung elektrik dan deretan pohon kurma semakin memperkuat nuansa Timur Tengah di tanah Serambi Mekah.

Masjid Baiturrahman sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1612, sehingga faktor sejarah menjadi prioritas utama selama renovasi. Saat ini, masjid tersebut masih menjadi magnet wisata religi utama bagi para pelancong yang berkunjung ke Provinsi Aceh.

Penerapan teknologi tinggi juga terlihat pada renovasi Masjid Raya Baiturrahman di Semarang yang diselesaikan dalam waktu singkat, yakni hanya 11 bulan. Hal ini bisa tercapai berkat penggunaan Building Automation System (BAS) yang sangat canggih.

Sistem otomatisasi tersebut mampu mengintegrasikan pengaturan udara, sistem pencahayaan khusus, hingga perangkat mekanikal dan elektrikal secara terpadu. Meskipun menggunakan teknologi modern, struktur limasan tradisional Jawa tetap dipertahankan untuk menjaga jati diri bangunan.

Di Kota Solo, pembangunan Masjid Sheikh Zayed menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Meskipun desainnya mengadopsi gaya masjid di Abu Dhabi, Waskita tetap menyisipkan motif batik kawung pada bagian lantai dan pilar sebagai sentuhan lokal.

Terakhir, untuk Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, fokus pekerjaan terletak pada perkuatan struktur dan peningkatan kenyamanan fasilitas jemaah. Masjid ini dipandang sebagai mahakarya yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam yang mendalam di wilayah Jawa Timur.

Ermy berharap dengan adanya fasilitas ibadah yang mumpuni, masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita dan ketenangan. Waskita Karya, yang telah melantai di bursa sejak 2012, berkomitmen terus tumbuh bersama masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi