Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara tentang proyek pipanisasi gas Sumatra-Jawa usai bertemu dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas penguatan PNBP di sektor migas, dan berlangsung pada Rabu (13/5/2026).
Pada pertemuan tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa proyek ini akan membantu memperkuat penerimaan negara dari sektor minyak dan gas. "Kami membicarakan rencana beliau [Bahlil] untuk memperkuat PNBP khususnya dari sektor migas. Rencana ini terlihat cukup baik," ujarnya kepada wartawan, pada Kamis (14/5/2026).
Salah satu usulan dari Bahlil adalah pembangunan proyek pipanisasi gas yang menghubungkan Sumatra dengan Jawa. "Ada satu proyek menarik berupa pipanisasi gas dari Sumatra ke Jawa, meskipun masih ada bagian yang belum dikerjakan. Nanti mungkin dari Sumatra ke Jawa bisa tersambung," jelas Purbaya.
Proyek ini diperkirakan akan menunggu prospek dari blok Andaman. Rencana tersebut diharapkan dapat mengalirkan gas dari Sumatra ke Jawa apabila proyek di blok tersebut selesai. "Jika ladang gas Andaman selesai, gasnya dapat ditransfer langsung ke Sumatra-Jawa. Ini adalah proyek yang menjanjikan," tambahnya.
Dari laporan Kementerian ESDM, Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) Central Andaman merupakan WK Migas pertama dengan skema New Gross Split. Perjanjian kerja sama ini sudah ditandatangani sejak 2024 lalu antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk Harbour Energy Central Andaman Ltd. dan Mubadala Energy (Central Andaman) Rsc Ltd.
Dapatkan informasi lengkap di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk membantu navigasi bisnis Anda. Akses konten premium setelah login.
Berita Lainnya
- Kadin China Protes Regulasi, Intip Data Historis Dominasi China di Ekspor-Impor RI
- Industri Multifinance Mendapat Angin Segar dari Dorongan Bebas Pajak EV
- Purbaya Siapkan Subsidi dari Relokasi KUR untuk Bunga Kredit Ultra Mikro di Bawah 9%
Rekomendasi Kami
- Duduk Perkara Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo
- Revisi Aturan E-commerce, Mendag: Tak Tumpang Tindih
- Purbaya Belum Mau Aktifkan Bond Stabilization Fund, Andalkan Kas dan SAL