Pada emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), terpantau telah terjadi transaksi nego yang signifikan. Transaksi tersebut tercatat senilai Rp8,8 triliun, melibatkan 91,46 juta lot saham TPIA yang diperdagangkan seharga Rp962 per saham.
TPIA merupakan salah satu emiten dari konglomerat Prajogo Pangestu. Hingga saat ini, belum diketahui broker mana yang memfasilitasi transaksi maupun tujuan di baliknya.
Baca juga: IHSG Kritis, Saham Konglo Mana Paling Babak Belur?
Seiring dengan pemberitaan ini, saham TPIA mengalami kenaikan 13,45% dan mencapai harga Rp1.560 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini. Saat ini, kapitalisasi pasar TPIA telah mencapai Rp134,96 triliun.
Belum lama ini, saham TPIA juga telah digunakan sebagai jaminan oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Prajogo Pangestu. Manajemen perusahaan mengonfirmasi bahwa sebagian saham yang dimiliki oleh pemegang saham utama telah dijaminkan ke sejumlah bank kreditur.
"Berdasarkan data yang diterima oleh Perseroan dari pemegang saham yang bersangkutan, sampai dengan tanggal surat ini, pemegang saham utama Perseroan, yaitu PT Barito Pacific Tbk ("BRPT") telah menjaminkan saham Perseroan kepada bank pemberi kredit," menurut manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/5/2026).
BRPT telah menjaminkan saham TPIA kepada dua bank besar. Berikut rinciannya:
- PT BNI (Persero) Tbk. (BBNI): 2 miliar saham sejak 21 September 2021
- PT BTN (Persero) Tbk. (BBTN): 175 juta saham sejak 24 Desember 2024
Selain itu, Prajogo Pangestu sebagai pemilik manfaat utama juga menjaminkan saham TPIA kepada HSBC sebanyak 1,5 miliar saham pada 17 November 2023. Secara keseluruhan, saham TPIA yang dijaminkan mencapai 3,67 miliar saham, atau sekitar 4,24799% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.