BlackRock, raksasa pengelola aset global, dilaporkan sedang menjajaki peluang investasi besar dalam penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX. Nilai investasi yang dipertimbangkan mencapai angka 5 miliar hingga 10 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 88 triliun hingga Rp 176 triliun.
Langkah strategis ini muncul menjelang rencana lantai bursa SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan. Perusahaan milik Elon Musk tersebut menargetkan penghimpunan dana sekitar 75 miliar dollar AS dengan valuasi fantastis mencapai 1,75 triliun dollar AS.
Jika rencana ini berjalan mulus, IPO SpaceX berpotensi mencatatkan sejarah sebagai penawaran umum terbesar di pasar modal dunia. BlackRock kabarnya akan memanfaatkan dana dari portofolio active managed funds miliknya yang bernilai 536 miliar dollar AS untuk mendanai investasi ini.
Walaupun angka investasinya menggiurkan, nilai akhir tetap bisa berubah menyesuaikan harga IPO dan dinamika pasar saat pencatatan saham. SpaceX sendiri berencana melantai di bursa Nasdaq dengan kode saham SPCX, yang diperkirakan mulai aktif pada 12 Juni 2026.
Dominasi Pasar dan Keunggulan SpaceX
Antusiasme investor terhadap SpaceX tidak terlepas dari posisi perusahaan yang sangat dominan di industri antariksa global sejak didirikan pada 2002. Saat ini, SpaceX menguasai lebih dari 80 persen peluncuran roket di seluruh dunia dan mengelola lebih dari 10.000 satelit Starlink.
Selain bisnis komersial, perusahaan ini merupakan mitra strategis bagi lembaga penting seperti NASA dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Mereka terlibat aktif dalam proyek pertahanan rudal "Golden Dome" yang menjadi inisiasi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Beberapa faktor utama yang menarik minat investor terhadap SpaceX antara lain:
- Dominasi Peluncuran: Menguasai mayoritas pasar peluncuran roket global secara berkelanjutan.
- Jaringan Starlink: Kepemilikan ribuan satelit yang menyediakan akses internet cepat di berbagai belahan dunia.
- Kemitraan Pemerintah: Hubungan kerja sama yang erat dengan instansi keamanan dan antariksa Amerika Serikat.
- Proyek Strategis: Keterlibatan dalam pengembangan teknologi pertahanan rudal skala besar.
Poin-poin di atas menunjukkan betapa kuatnya pengaruh SpaceX dalam teknologi masa depan dan keamanan nasional. Hal ini menjadikan saham mereka sebagai salah satu aset yang paling dinanti oleh pasar global.
Risiko Valuasi dan Peringatan Analis
Di balik optimisme yang meluap, sejumlah analis memberikan peringatan mengenai valuasi SpaceX yang dianggap sangat tinggi. Nilai perusahaan yang mencapai 1,75 triliun dollar AS dikhawatirkan membatasi ruang pertumbuhan harga saham di masa depan.
Berdasarkan riset pasar, banyak perusahaan besar yang justru mengalami kinerja buruk setelah resmi melantai di bursa saham. Sejarah mencatat bahwa mayoritas IPO gagal mengungguli performa pasar secara umum dalam kurun waktu tiga tahun pertama.
Berikut adalah ringkasan kinerja beberapa perusahaan besar setelah melakukan IPO:
| Nama Perusahaan | Penurunan dari Harga Puncak Pasca-IPO |
|---|---|
| Meta Platforms | Turun 47% |
| Alibaba | Turun 26% |
| Uber | Turun 18% |
Data tersebut menunjukkan bahwa investasi pada perusahaan besar yang baru melantai di bursa tetap membawa risiko koreksi harga yang signifikan. Fenomena serupa juga pernah terjadi pada emiten besar lainnya seperti Coinbase dan Rivian yang harganya sempat jatuh tajam.
Investor ritel disarankan untuk waspada terhadap potensi lonjakan harga pada hari pertama perdagangan saham SpaceX. Pasalnya, investor institusi biasanya sudah mendapatkan alokasi saham lebih awal dengan harga perdana sebelum mulai diperdagangkan untuk publik luas.
Kondisi ini menciptakan risiko bagi mereka yang membeli saham saat harga sedang berada di puncak karena euforia pasar. Hingga berita ini diturunkan, baik BlackRock maupun SpaceX masih enggan memberikan komentar resmi terkait rincian rencana investasi tersebut.