Sinyal HP Sering Hilang di Kereta? Riset Terbaru Ungkap Penyebab Mengejutkan Ini

Sinyal HP Sering Hilang di Kereta? Riset Terbaru Ungkap Penyebab Mengejutkan Ini
Foto: Sinyal HP Sering Hilang di Kereta? Riset Terbaru Ungkap Penyebab Mengejutkan Ini. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pernahkah Anda merasa kesal karena sinyal ponsel tiba-tiba hilang saat sedang asyik menggunakan gawai di dalam kereta? Fenomena gangguan koneksi ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga menjadi persoalan serius di negara-negara maju.

Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa menjaga stabilitas jaringan seluler di atas transportasi rel masih menjadi tantangan besar secara global. Penumpang sering kali kesulitan melakukan aktivitas digital sederhana, seperti mengakses media sosial atau melakukan panggilan video selama perjalanan.

Studi Kualitas Jaringan di Jalur Kereta Api

Regulator telekomunikasi Inggris, Ofcom, baru-baru ini melakukan pengujian intensif terhadap kualitas sinyal pada 24 jalur kereta lintas wilayah Inggris, Skotlandia, dan Wales. Hasil penelitian tersebut menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan mengenai performa operator seluler di jalur transportasi tersebut.

Tidak ada satu pun operator yang mampu menyediakan koneksi internet stabil sepanjang waktu perjalanan kereta. Bahkan, operator dengan performa terbaik hanya mampu memenuhi standar koneksi yang memadai selama 42 persen dari total durasi perjalanan.

Berikut adalah ringkasan data performa operator seluler berdasarkan hasil pengujian Ofcom:

Nama Operator Seluler Persentase Koneksi Stabil
EE 42%
Three 21%
O2 20%
Vodafone 17%

Data di atas menunjukkan bahwa standar minimum kecepatan internet yang dibutuhkan untuk kebutuhan digital sehari-hari masih sulit dicapai. Sebagian besar penumpang harus menghadapi kenyataan kehilangan koneksi internet saat mulai memasuki gerbong kereta api.

Faktor Utama Penyebab Sinyal Tidak Stabil

Ofcom mengidentifikasi dua alasan mendasar mengapa sinyal ponsel sering kali melemah atau hilang total saat kereta sedang melaju. Masalah pertama berkaitan dengan sebaran infrastruktur menara telekomunikasi yang belum merata di sepanjang jalur rel.

Kualitas jaringan cenderung menurun drastis saat kereta melewati area pedesaan, perbukitan, atau wilayah terpencil. Hal ini dikarenakan cakupan sinyal dari menara pemancar tidak mampu menjangkau posisi kereta secara konsisten.

Selain masalah jangkauan menara pemancar, terdapat beberapa faktor teknis lainnya:

  • Material Bangunan Gerbong: Lapisan logam dan kaca khusus pada gerbong kereta modern dapat memblokir atau memantulkan sinyal seluler dari luar.
  • Teknologi WiFi Terbatas: Layanan WiFi di dalam kereta sering kali menggunakan teknologi lama dengan pembatasan kecepatan yang sangat ketat.
  • Latensi Tinggi: Pergerakan kereta yang sangat cepat menyebabkan perpindahan antar menara seluler sering terputus atau mengalami keterlambatan respon.

Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa layanan WiFi internal di kereta hanya berfungsi optimal sekitar 1 persen dari waktu perjalanan. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas internet gratis di kereta belum bisa menjadi solusi bagi penumpang yang membutuhkan koneksi cepat.

Upaya Peningkatan Layanan di Masa Depan

Pemerintah Inggris kini mulai melirik penggunaan teknologi satelit orbit rendah (LEO) sebagai solusi untuk mengatasi blank spot di jalur kereta. Investasi besar senilai puluhan juta poundsterling disiapkan guna meningkatkan infrastruktur komunikasi di sektor transportasi publik ini.

Bagi pengguna transportasi rel di Indonesia seperti KRL, MRT, atau LRT, situasi ini menjadi gambaran bahwa masalah sinyal merupakan tantangan global. Diperlukan kerja sama antara penyedia layanan seluler dan operator transportasi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih baik di perjalanan.

Artikel terkait

Rekomendasi