Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akhirnya memberikan penjelasan mengenai durasi proses pengumuman hasil ujian. Jeda waktu satu bulan dari pelaksanaan tes hingga pengumuman ternyata disebabkan oleh tahapan penilaian yang sangat kompleks.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, menjelaskan bahwa penilaian melibatkan dua metode utama. Proses tersebut mencakup tahap scoring dan pembobotan nilai yang dilakukan secara terpisah.
Eduart menyampaikan informasi ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI. Ia menegaskan bahwa sistem yang digunakan untuk menghitung skor berbeda dengan sistem pembobotan guna menjaga keadilan bagi ratusan ribu peserta.
Dua tahapan utama dalam proses penilaian hasil ujian tersebut adalah:
- Tahap Scoring: Tim akan melakukan validasi ulang terhadap setiap jawaban soal yang masuk setelah pelaksanaan ujian berakhir.
- Tahap Pembobotan: Nilai yang sudah terkumpul kemudian diproses berdasarkan pemeringkatan melalui tim yang berbeda dari tim pertama.
Pemisahan tugas ini bertujuan untuk menjamin transparansi dan mencegah adanya manipulasi data. Setiap tahap dijalankan dengan ketelitian tinggi agar hasil yang dikeluarkan benar-benar akurat sesuai performa peserta.
Transparansi dan Keamanan Sistem Penilaian
Dalam proses scoring, tim penilai bekerja tanpa mengetahui identitas peserta yang sedang diperiksa. Eduart mengungkapkan bahwa nama maupun nomor ujian peserta disembunyikan untuk menjaga objektivitas hasil penilaian.
Hal ini dilakukan demi meminimalisir kemungkinan terjadinya praktik kecurangan dalam internal panitia. Setelah skor didapatkan, data tersebut baru diserahkan kepada tim lain untuk proses pembobotan berdasarkan peringkat nasional.
Berikut adalah ringkasan perbedaan antara proses scoring dan pembobotan dalam SNBT:
| Aspek Penilaian | Proses Scoring | Proses Pembobotan |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Validasi dan pemeriksaan jawaban per soal. | Penentuan nilai akhir berdasarkan ranking. |
| Identitas Peserta | Anonim (nama dan nomor peserta disembunyikan). | Pencocokan skor dengan data peserta. |
| Pelaksana | Tim Teknis Scoring. | Tim Strategis Pembobotan. |
Tabel di atas menunjukkan pembagian kerja yang ketat antara dua tim yang berbeda dalam sistem SNPMB. Struktur organisasi yang terpisah ini dirancang khusus untuk menciptakan sistem seleksi yang kredibel dan adil.
Detail Skor pada Sertifikat UTBK
Para peserta nantinya akan menerima sertifikat UTBK yang berisi rincian nilai dari setiap subtes yang diikuti. Salah satu hal menarik pada tahun 2026 adalah adanya pemisahan nilai dalam tes Literasi Bahasa Indonesia (LBI).
Nilai LBI kini dibagi menjadi kategori saintek dan soshum sebagai bentuk evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Langkah ini diambil untuk merespons keresahan masyarakat mengenai potensi ketidakadilan antar jurusan.
Eduart menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar peserta dari latar belakang saintek tidak dianggap lebih diuntungkan saat memilih program studi soshum. Panitia telah mengantisipasi berbagai skenario agar proses seleksi tetap berjalan secara kompetitif dan setara.
Dengan adanya rincian skor ini, diharapkan setiap calon mahasiswa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kemampuan mereka. Seluruh proses yang memakan waktu satu bulan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan validitas hasil seleksi mahasiswa baru.