Pemerintah Iran mulai mengalihkan fokus perdagangan internasional mereka ke jalur darat melalui jaringan kereta api China. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi hambatan logistik akibat blokade pelabuhan yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Blokade tersebut telah menekan stabilitas ekonomi Iran dengan mengganggu arus ekspor minyak serta impor bahan pangan pokok. Jalur logistik darat kini menjadi alternatif paling krusial untuk menjaga kelangsungan ekonomi negara tersebut di tengah tekanan internasional.
Peningkatan Frekuensi Pengiriman Barang
Sejak blokade dimulai pada pertengahan April 2026, aktivitas pengiriman barang dari China menuju Iran mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Kereta kargo yang menghubungkan Kota Xi'an dengan Teheran kini beroperasi jauh lebih sering dibandingkan periode sebelumnya.
Sebelum adanya konflik, jadwal keberangkatan kereta kargo dari Xi'an ke Teheran biasanya hanya dilakukan sekitar satu kali dalam seminggu. Namun, saat ini frekuensi pengiriman meningkat pesat menjadi satu perjalanan setiap tiga hingga empat hari sekali.
Managing Director Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun, mengungkapkan bahwa kapasitas pengiriman untuk bulan Mei bahkan sudah terisi penuh. Fenomena ini menunjukkan betapa tingginya ketergantungan Iran terhadap jalur kereta api tersebut saat ini.
Dursun juga menjelaskan bahwa pada waktu tertentu di masa lalu, jalur kereta ini bahkan sempat tidak beroperasi sama sekali dalam beberapa pekan. Namun, situasi tersebut berubah total seiring dengan kebutuhan logistik Iran yang mendesak.
Dampak Ekonomi dan Kapasitas Logistik
Kenaikan volume perdagangan ini tidak hanya berdampak pada jadwal keberangkatan, tetapi juga pada biaya operasional logistik secara keseluruhan. Permintaan yang membeludak membuat tarif pengiriman kontainer mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.
Rincian kapasitas dan kenaikan biaya pengiriman kargo China ke Iran:- Setiap satu rangkaian kereta api dari Xi'an memiliki kemampuan mengangkut hingga 50 kontainer standar ukuran 40 kaki.
- Biaya pengiriman untuk satu unit kontainer ukuran 40 kaki kini telah menyentuh angka sekitar USD 7.000.
- Besaran tarif tersebut menunjukkan lonjakan harga sekitar 40 persen jika dibandingkan dengan harga normal sebelum konflik pecah.
- Kapasitas tambahan untuk jalur logistik ini baru direncanakan akan tersedia kembali mulai bulan Juni mendatang.
Meskipun biaya pengiriman membengkak, jalur darat tetap menjadi pilihan paling masuk akal bagi Iran untuk menghindari risiko di perairan. Hal ini memungkinkan Iran tetap mendapatkan pasokan komoditas penting tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur laut yang kini dijaga ketat.
Efisiensi jalur kereta api ini diharapkan mampu meminimalisir kelangkaan barang di pasar domestik Iran akibat blokade laut. China sendiri terus memperkuat perannya sebagai mitra dagang utama Iran melalui pengembangan infrastruktur transportasi lintas negara ini.