Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah 2026 Mengejutkan!

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah 2026 Mengejutkan!
Foto: Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah 2026 Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan sejarah baru dengan mencapai level terendahnya sepanjang masa. Mata uang Garuda kini berada di posisi Rp17.700 per dolar AS, sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam catatan ekonomi Indonesia.

Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kancah global yang memicu kepanikan pasar. Selain itu, posisi dolar AS yang terus menguat sebagai aset aman (safe haven) turut menekan posisi nilai tukar rupiah secara signifikan.

Menyikapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk menstabilkan pasar. Fokus utama otoritas moneter saat ini adalah meredam tekanan besar yang menghantam mata uang nasional.

Langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencakup beberapa poin berikut:

  • Melakukan intervensi aktif di pasar spot untuk menjaga ketersediaan likuiditas.
  • Melaksanakan intervensi pada pasar forward guna memberikan kepastian nilai tukar di masa depan.
  • Memantau pergerakan pasar secara intensif demi mengurangi volatilitas rupiah yang berlebihan.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Reuters pada Rabu (20/5/2026), langkah-langkah tersebut diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi pasar yang tidak menentu. BI berkomitmen untuk menjaga agar fluktuasi rupiah tidak semakin liar dan mengganggu stabilitas ekonomi makro.

Data perdagangan menunjukkan bahwa rupiah sempat menyentuh level Rp17.710 per dolar AS dalam sesi transaksi terbaru. Angka ini memperpanjang tren negatif yang sudah terlihat sejak pekan lalu di mana rupiah terus mengalami pelemahan bertahap.

Sebelum mencapai rekor terburuk ini, nilai tukar rupiah telah melewati ambang batas psikologis di angka Rp17.600. Tak butuh waktu lama, pelemahan berlanjut menembus Rp17.670 dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya terpuruk di level saat ini.

Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab utama rontoknya nilai tukar rupiah:

  • Lonjakan harga minyak dunia yang memberikan tekanan pada neraca perdagangan nasional.
  • Meningkatnya ketidakpastian di pasar global yang membuat investor cenderung menghindari risiko.
  • Aksi pelaku pasar yang berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke dalam bentuk dolar AS sebagai lindung nilai.

Pelemahan mata uang ini ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan merata di kawasan Asia. Yen Jepang, misalnya, tercatat mengalami penurunan hingga mendekati level 159 per dolar AS yang memicu kekhawatiran serupa.

Posisi yen tersebut sudah sangat dekat dengan ambang batas intervensi yang ditetapkan otoritas Jepang di level 160 per dolar AS. Fenomena ini memberikan gambaran bahwa dolar AS memang tengah mendominasi mata uang regional secara menyeluruh.

Berikut adalah ringkasan pergerakan kurs rupiah dan mata uang regional lainnya:

Instrumen Mata Uang Posisi Saat Ini Status / Ambang Batas
Rupiah Indonesia Rp17.710 Rekor Terlemah Sejarah
Yen Jepang 159 per Dolar AS Mendekati Level Intervensi (160)
Sentimen Global High Risk Peralihan ke Aset Safe Haven

Data di atas memperlihatkan betapa kuatnya tekanan eksternal yang memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Para pelaku usaha dan masyarakat kini tengah mencermati dampak jangka panjang dari pelemahan nilai tukar yang sangat drastis ini bagi kehidupan sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi