Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, akhirnya membeberkan alasan di balik pemilihan pimpinan baru PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Rosan secara resmi menunjuk Luke Thomas Mahony, mantan petinggi Vale, untuk menduduki posisi Direktur Utama di BUMN yang fokus pada urusan ekspor tersebut.
Alasan Pemilihan Luke Thomas Mahony
Keputusan penunjukan Luke Thomas Mahony didasarkan pada pertimbangan matang mengenai rekam jejak serta pengalaman panjangnya di industri mineral dan perdagangan.
Rosan menjelaskan bahwa Luke memiliki pemahaman mendalam tentang perusahaan multinasional dan sudah sangat akrab dengan iklim bisnis di tanah air.
Beberapa poin utama yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menunjuk Luke Thomas Mahony antara lain:
- Memiliki rekam jejak profesional yang kuat di berbagai perusahaan mineral internasional.
- Mempunyai keahlian teknis dan pengalaman luas dalam dunia perdagangan (trading).
- Memiliki jaringan global yang sangat baik di sektor komoditas dan sumber daya alam.
- Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan fasih, yang memudahkan koordinasi lokal.
- Menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan selama bergabung dalam tim Danantara.
Menurut Rosan, semua kriteria tersebut sangat penting untuk memimpin DSI dalam menjalankan fungsi strategisnya mengelola sumber daya ekspor Indonesia.
Langkah Sosialisasi dan Koordinasi Lanjutan
Meski identitas pimpinan baru sudah terungkap, Rosan menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru melakukan perkenalan secara resmi ke publik.
Pemerintah saat ini masih fokus melakukan pertemuan intensif untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak terkait skema ekspor melalui BUMN khusus ini.
Pemerintah berkomitmen melibatkan berbagai asosiasi pengusaha dalam proses sosialisasi kebijakan ini:
- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
- Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).
- Asosiasi pengusaha di sektor kelapa sawit.
Diskusi bersama para pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Rosan menegaskan bahwa masukan dari asosiasi-asosiasi tersebut sangat krusial sebelum PT Danantara Sumberdaya Indonesia beroperasi secara penuh di sektor ekspor.
Langkah ini diambil demi menjaga transparansi ekspor serta memperkuat kepercayaan investor terhadap tata kelola sumber daya alam nasional.