PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), salah satu perusahaan tambang yang terafiliasi dengan pengusaha Garibaldi 'Boy' Thohir, dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat, 22 Mei 2026. Pertemuan ini menarik perhatian investor karena salah satu agenda utamanya adalah penetapan penggunaan laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), acara tersebut akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Adapun lokasi pelaksanaannya direncanakan berada di Cyber 2 Tower, Jakarta.
Agenda Utama dan Kebijakan Dividen AADI
Pihak manajemen AADI telah memberikan kisi-kisi mengenai rencana pembagian dividen dalam laporan tahunan mereka. Perusahaan menyatakan bahwa hingga saat ini mereka tidak mengadopsi kebijakan pembayaran dividen dalam persentase tertentu yang kaku.
Keputusan mengenai nilai dividen final akan sepenuhnya bergantung pada penilaian manajemen terhadap kondisi keuangan perusahaan di setiap periode laporan. Nantinya, usulan manajemen tersebut akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Mekanisme pembayaran dividen yang diterapkan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:
- Penentuan nilai pembayaran dividen tetap dilakukan dalam mata uang dolar Amerika Serikat karena merupakan mata uang fungsional perseroan.
- Proses pembayaran kepada pemegang saham tetap akan disalurkan dalam mata uang Rupiah.
- Konversi nilai tukar mata uang akan mengacu pada kurs yang berlaku tepat pada tanggal pencatatan atau recording date.
- Kemampuan finansial perusahaan menjadi indikator utama sebelum dividen diputuskan untuk dibagikan.
- Seluruh keputusan pembayaran wajib sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam anggaran dasar perseroan melalui mekanisme RUPS.
Manajemen AADI juga mengingatkan para pemegang saham mengenai aksi korporasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada tanggal 27 November 2025, perusahaan tercatat sudah menyalurkan dividen interim dengan nilai total mencapai US$250 juta.
Kinerja Keuangan dan Laba Bersih Tahun 2025
Kondisi keuangan AADI sepanjang tahun 2025 menunjukkan adanya tantangan di sektor pertambangan. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$760 juta, yang menandakan adanya penurunan sekitar 36 persen jika dibandingkan secara tahunan.
Sebagai perbandingan, pada periode tahun sebelumnya, emiten tambang ini berhasil mengantongi laba bersih hingga US$1,21 miliar. Penurunan laba ini sejalan dengan terkoreksinya pendapatan perusahaan yang turun 7,7 persen menjadi US$4,91 miliar dari posisi awal sebesar US$5,31 miliar.
Berikut adalah ringkasan data keuangan penting PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) hingga akhir tahun 2025:
| Indikator Keuangan | Nilai Capaian (2025) | Perubahan Tahunan (YoY) |
|---|---|---|
| Laba Bersih | US$760 Juta | Turun 36% |
| Total Pendapatan | US$4,91 Miliar | Turun 7,7% |
| Saldo Laba Belum Dicadangkan | US$758,5 Juta | Naik dari US$394,8 Juta |
| Dividen Interim Terbayar | US$250 Juta | Dibayarkan Nov 2025 |
Data di atas memperlihatkan bahwa meskipun laba bersih mengalami penyusutan, posisi saldo laba yang belum dicadangkan justru mengalami peningkatan signifikan. Pada akhir 2025, posisi saldo laba berada di angka US$758,5 juta, melonjak dari posisi akhir 2024 yang hanya sebesar US$394,8 juta.
Rencana Strategis dan Aksi Korporasi Lainnya
Selain fokus pada pembahasan laba dalam RUPS, Grup Adaro melalui AADI juga tengah aktif melakukan berbagai langkah strategis. Perseroan dikabarkan tengah menyiapkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan alokasi dana yang fantastis mencapai Rp5 triliun.
Di sisi lain, ekspansi dan restrukturisasi portofolio juga terus berjalan di tingkat internasional. Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah rencana pelepasan 720 juta saham pada tambang Kestrel yang berlokasi di Australia.
Informasi mengenai agenda RUPS ini menjadi sinyal penting bagi para investor untuk memantau bagaimana arah kebijakan modal perusahaan ke depan. Mengingat kinerja harga batu bara global yang fluktuatif, keputusan dividen AADI akan menjadi tolok ukur kepercayaan pasar terhadap emiten ini.
Penting bagi investor untuk memahami bahwa keputusan investasi tetap harus dilakukan dengan analisis mendalam secara mandiri. Artikel ini disusun sebagai sarana informasi dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi jual atau beli pada instrumen saham tertentu.