Prediksi BI Rate Naik Hari Ini, Ekonom dan Analis Siap Beri Kejutan!

Prediksi BI Rate Naik Hari Ini, Ekonom dan Analis Siap Beri Kejutan!
Foto: Prediksi BI Rate Naik Hari Ini, Ekonom dan Analis Siap Beri Kejutan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Para ekonom hingga peneliti memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mengambil langkah tegas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2026. Suku bunga acuan atau BI Rate diperkirakan naik sebesar 25 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 5 persen.

Faisal Rachman, Head of Macroeconomics and Market Research PermataBank’s PIER, menyebutkan bahwa tren pelemahan rupiah memperlebar peluang kenaikan suku bunga ini. Ia memprediksi penyesuaian tersebut kemungkinan besar terjadi pada semester pertama tahun ini.

Faktor Pemicu Kenaikan BI Rate

Keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan ini tidak terlepas dari kondisi nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Berdasarkan data historis, bank sentral biasanya mulai bereaksi ketika depresiasi mata uang Garuda sudah melampaui ambang batas tertentu.

Faisal menjelaskan bahwa BI cenderung bertindak saat pelemahan rupiah menyentuh angka lebih dari 3 persen. Saat ini, posisi rupiah tercatat sudah melemah lebih dari 4 persen, sehingga intervensi melalui BI Rate dianggap krusial.

Berikut adalah ringkasan perkembangan nilai tukar dan kebijakan moneter terkini:

  • Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level psikologis baru di angka Rp 17.706 per dollar AS pada pertengahan Mei 2026.
  • Sepanjang perdagangan terakhir, rupiah tercatat mengalami koreksi sebesar 38 poin atau sekitar 0,22 persen.
  • Imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah dinaikkan ke level 6,4 persen untuk menjaga stabilitas.
  • Kenaikan yield SRBI ini sudah mencapai 150 bps jika dihitung sejak awal tahun 2026.

Peningkatan yield SRBI tersebut dinilai sudah mencapai titik maksimal dalam upaya menahan modal asing tetap di dalam negeri. Oleh karena itu, instrumen suku bunga acuan menjadi opsi logis selanjutnya untuk meredam tekanan pasar global.

Respons Terhadap Sentimen Pasar

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menyuarakan pandangan yang senada mengenai kebijakan moneter mendatang. Ia sepakat bahwa kenaikan 25 bps merupakan langkah yang perlu diambil oleh Bank Indonesia bulan ini.

Menurut Lukman, pelemahan nilai tukar saat ini mencerminkan adanya sentimen negatif dari para pelaku pasar. Investor menilai otoritas moneter dan pemerintah perlu merespons dinamika ekonomi dengan lebih gesit dan tegas.

Perbandingan kondisi instrumen moneter sebelum dan sesudah proyeksi kenaikan:

Indikator Ekonomi Kondisi Sebelumnya Proyeksi/Kondisi Terbaru
Suku Bunga BI Rate 4,75 Persen 5,00 Persen (Mei 2026)
Nilai Tukar Rupiah Rp 17.600-an Rp 17.706 per Dollar AS
Imbal Hasil SRBI 5,89 Persen (April) 6,4 Persen (Mei)

Data di atas memperlihatkan upaya serius Bank Indonesia dalam mengimbangi tekanan eksternal melalui berbagai instrumen keuangan. Kenaikan suku bunga diharapkan mampu memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan pergerakan rupiah di pasar valuta asing.

Ke depannya, para analis mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap risiko faktor eksternal lainnya yang masih membayangi. Langkah BI menaikkan suku bunga ke level 5 persen dipandang sebagai solusi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi