Jumlah populasi masyarakat Palestina di seluruh dunia kini dilaporkan telah menyentuh angka 15,5 juta jiwa. Data terbaru ini dirilis oleh Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) bertepatan dengan momen peringatan Nakba.
Dari total populasi global tersebut, sebanyak 7,4 juta orang diketahui masih menetap di wilayah Palestina bersejarah. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh dari seluruh warga Palestina tetap bertahan di tanah kelahiran mereka.
Distribusi Populasi di Diaspora dan Wilayah Pendudukan
Laporan PCBS juga menyoroti keberadaan jutaan warga Palestina yang saat ini tersebar di luar negeri. Sebanyak 8,1 juta jiwa tercatat hidup dalam diaspora yang tersebar di berbagai negara.
Peringatan Nakba sendiri merujuk pada peristiwa tahun 1948 yang memicu eksodus besar-besaran masyarakat Palestina. Sejak saat itu, jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan pembentukan negara Israel.
Berikut adalah rincian data populasi dan persebaran warga Palestina menurut laporan PCBS:
- Total Populasi Global: Mencapai sekitar 15,5 juta jiwa di seluruh dunia.
- Populasi di Palestina Bersejarah: Sebanyak 7,4 juta orang masih mendiami wilayah ini.
- Warga Palestina di Diaspora: Diperkirakan berjumlah 8,1 juta jiwa yang tinggal di luar wilayah asli.
- Pengungsi Internal: Lebih dari 2 juta orang mengungsi di dalam Gaza dan Tepi Barat.
Data di atas menggambarkan betapa luasnya persebaran masyarakat Palestina baik di dalam wilayah pendudukan maupun secara internasional. Mayoritas dari mereka masih menghadapi tantangan besar terkait status tempat tinggal.
Dampak Perang dan Pengungsian Massal
Situasi kemanusiaan semakin memburuk akibat konflik berkepanjangan yang terjadi di Jalur Gaza. Biro statistik menyebutkan bahwa perang telah menyebabkan hampir dua juta warga di Gaza kehilangan tempat tinggal.
Padahal, sebelum konflik memuncak, wilayah Gaza dihuni oleh sekitar 2,2 juta penduduk. Saat ini, sebagian besar dari mereka terpaksa bertahan hidup di tenda darurat, sekolah, dan berbagai pusat penampungan.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Tepi Barat bagian utara akibat operasi militer yang terus berlangsung. Sekitar 40.000 warga Palestina dilaporkan harus meninggalkan kamp pengungsian mereka demi mencari keselamatan.
Ekspansi pemukiman yang terus meluas turut menjadi faktor utama meningkatnya jumlah pengungsi internal. Fenomena ini membuat ruang gerak warga Palestina di tanah mereka sendiri semakin terbatas dan memprihatinkan.